Aktris Shaloom Razade membeberkan pengalaman dan tantangan mendalamnya saat memerankan karakter Isabella dalam film horor terbaru, The Bell: Panggilan Untuk Mati. Dalam konferensi pers yang digelar di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (7/4), putri sulung Wulan Guritno ini menjelaskan kompleksitas perannya.

Shaloom mengungkapkan bahwa karakternya, Isabella, memiliki latar belakang yang berbeda jauh dari pemeran lain dalam film garapan sutradara Jay Sukmo tersebut. Isabella digambarkan sebagai seorang aktivis yang hidup di era penjajahan Belanda.

“Kalau cast lain tahun sekarang, karena kan aku tuh flashback-nya. Jadi di zaman penjajahan Belanda. Isabella adalah aktivis pada zaman Belanda untuk membela hak-hak pribumi,” ujar Shaloom Razade, menjelaskan garis waktu karakternya yang krusial.

Karena perannya yang sangat penting dan berpotensi membocorkan alur cerita, Shaloom mengaku harus sangat berhati-hati dalam memberikan detail lebih lanjut. Ia belum bisa berbicara banyak mengenai karakter Isabella.

“Aku sudah enggak bisa ngasih tahu apa-apa lagi karena, yang tadi aku bilang, enggak tahu kenapa semua karakter yang dikasih ke aku tuh mungkin ada garis benang merahnya untuk ceritanya yang penting. Jadi, aku tidak bisa ngasih tahu hal yang lebih,” kata Shaloom, menjaga kerahasiaan plot film.

Memerankan sosok dari masa lampau tentu bukan hal mudah. Shaloom Razade mengakui bahwa ia harus melakukan riset mendalam. Riset ini mencakup bagaimana cara hidup, berinteraksi, dan berpikir orang-orang di era penjajahan Belanda agar penampilannya otentik dan meyakinkan.