Penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 di Kota Bima menyajikan kisah inspiratif dari para calon jemaah haji (CJH) dengan rentang usia yang mencolok. Dari total 221 jemaah, perhatian tertuju pada sosok tertua berusia 96 tahun dan termuda yang baru menginjak 19 tahun, menunjukkan semangat beribadah lintas generasi.
Jemaah tertua tahun ini adalah Saimah Binti Muhammad Kuba, seorang nenek berusia 96 tahun dari Jatibaru Timur, Kecamatan Asakota. Meskipun telah lanjut usia, kondisi fisiknya tergolong kuat dan ia akan menunaikan rukun Islam kelima ini bersama anggota keluarganya.
Di sisi lain, Muhammad Bin Naufal Aslam (19 tahun), warga Kelurahan Ule, Kecamatan Asakota, menjadi jemaah termuda. Keberangkatannya ke Tanah Suci membawa kisah haru, di mana ia menggantikan posisi almarhum ayahnya, Heru Rustanto Bin Sutrisno. Naufal akan didampingi ibunya, Ernawati Binti Husain Abdullah (45 tahun), melanjutkan niat suci keluarga mereka.
Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bima, H. Eka Iskandar, M.Si, menjelaskan bahwa 221 jemaah haji Kota Bima akan diberangkatkan dalam dua kelompok terbang (kloter), yaitu kloter 11 dan 13. Kloter 11 dijadwalkan akan bertolak pada 4 Mei 2026.
Eka Iskandar, didampingi Kasi Bina dan Pelayanan Kemenag Kota Bima, Saifudin, memastikan bahwa seluruh persiapan keberangkatan CJH telah rampung. “Seluruh dokumen, termasuk paspor dan visa, telah selesai diproses,” ujarnya pada Rabu (29/4/2026).
Rencananya, acara pelepasan calon jemaah haji Kota Bima akan dilaksanakan pada Kamis sore, 30 April 2026, bertempat di Masjid Nurlatif Pemkot Bima. Panitia penyelenggara menegaskan bahwa seluruh kesiapan, khususnya bagi jemaah lansia, telah dipenuhi guna menjamin kelancaran pelaksanaan ibadah di Tanah Suci.
Keberangkatan haji tahun ini menjadi cerminan kuatnya semangat beribadah yang melintasi batas generasi, dari jemaah lansia yang gigih hingga generasi muda yang meneruskan amanah dan niat suci dalam keluarga.
