Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengambil langkah tegas dengan menonaktifkan Veronika Lake dari jabatannya sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU). Keputusan ini menyusul dugaan keterlibatan Lake dalam kasus intimidasi terhadap dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni, atau Dokter Icha, yang berujung pada kematian.

Proses Penonaktifan dan Penyelidikan

Ketua DPP PDIP, Andreas Hugo Pareira, memastikan penonaktifan tersebut merupakan respons partai terhadap dugaan serius ini. Ia menjelaskan, proses dimulai setelah Badan Kehormatan (BK) DPC PDIP TTU memanggil Veronika Lake untuk memberikan klarifikasi terkait peristiwa yang menimpa Dokter Icha.

“Kemudian dia sudah menjelaskan. Kemudian DPC menonaktifkan dia selama proses hukum di polisi,” ujar Andreas di kompleks parlemen, Selasa (30/6/2026).

Andreas menambahkan, DPC PDIP TTU juga menyatakan keprihatinan mendalam dan mengutuk keras segala bentuk intimidasi terhadap tenaga kesehatan yang sedang menjalankan tugas. Partai meminta Veronika Lake untuk fokus mengikuti seluruh pemeriksaan, baik di kepolisian maupun di Badan Kehormatan DPRD.

Sanksi Lanjutan Menanti Hasil Hukum

Meskipun telah dinonaktifkan, Andreas Pareira menyatakan bahwa partai belum dapat menjatuhkan sanksi yang lebih berat kepada kadernya. Hal ini dikarenakan proses hukum masih dalam tahap penyelidikan dan belum memiliki putusan tetap dari pengadilan.

“Karena kan ini dugaan, apakah ada hubungan antara satu peristiwa dengan peristiwa yang lain. Beda dengan kasus pembunuhan,” kata Andreas, menjelaskan pertimbangan partai dalam menunggu kejelasan hukum.