Upaya pencarian intensif selama empat hari oleh tim SAR gabungan dan masyarakat membuahkan hasil. Jasad seorang pria berinisial ABS (52), yang dilaporkan hilang terseret arus Sungai Aek Batang Toru, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Kamis (28/5) sekitar pukul 10.30 WIB. Pihak keluarga menyatakan telah mengikhlaskan kepergian korban dan menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh tim yang terlibat dalam proses pencarian.
Korban, warga Desa Hutapea Banuarea, Kecamatan Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, ditemukan di aliran sungai kawasan Siharbing Simason, Kecamatan Pahae Julu. Lokasi penemuan ini berjarak sekitar tujuh kilometer dari titik awal korban dilaporkan hanyut di kawasan Batu Hopit.
Camat Tarutung, Renhard Lumban Tobing, mengonfirmasi penemuan jasad ABS pada Jumat (29/5). Ia menjelaskan bahwa tim gabungan yang terdiri dari berbagai unsur langsung bergerak menyisir aliran sungai sejak laporan kehilangan diterima.
Kronologi Insiden Hanyutnya Korban
- Senin (25/5), 13.00 WIB: Korban pergi memancing bersama rekannya di kawasan Batu Hopit.
- Insiden: Korban diduga terseret arus sungai yang tiba-tiba deras, menyebabkan ia kehilangan keseimbangan dan dinyatakan hilang.
- Pencarian: Operasi SAR berlangsung selama empat hari, melibatkan warga, perangkat desa, BPD, dan otoritas terkait.
- Kamis (28/5), 10.30 WIB: Jasad korban ditemukan sejauh 7 km dari titik awal kejadian.
Setelah berhasil dievakuasi dari lokasi penemuan, jasad ABS langsung diserahkan kepada pihak keluarga di Desa Hutapea Banuarea untuk proses pemakaman. Perwakilan keluarga korban menyampaikan rasa terima kasihnya.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, baik tim SAR maupun masyarakat, yang telah membantu dengan tulus selama proses pencarian,” ungkap perwakilan keluarga korban.
Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi warga setempat untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar aliran Sungai Aek Batang Toru, terutama ketika kondisi cuaca tidak menentu yang berpotensi memicu kenaikan debit air secara mendadak.
