PT PLN (Persero) terus memperketat pengawasan menyeluruh terhadap sistem transmisi kelistrikan di Sumatera. Langkah ini diambil menyusul insiden pemadaman listrik massal atau blackout yang melanda sebagian besar wilayah Sumatera pada Jumat (22/5) pukul 18.44 WIB.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan komitmen perseroan dalam menjaga stabilitas pasokan listrik. “Kami terus melakukan pengawasan secara menyeluruh terhadap seluruh parameter operasional sistem. Dengan pemantauan yang berlangsung secara real-time, setiap perkembangan di lapangan dapat segera direspons sehingga kondisi sistem tetap terjaga aman, stabil, dan optimal dalam melayani kebutuhan listrik masyarakat,” ujar Darmawan Prasodjo, Senin (25/5).

Pemantauan intensif ini dilakukan langsung oleh Darmawan Prasodjo beserta jajaran Direksi PLN. Mereka mendatangi Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban Sumatera (UIP3BS) di Pekanbaru, Riau, pada Minggu (24/5). Dalam kunjungan tersebut, Darmawan didampingi oleh Direktur Manajemen Pembangkitan PLN Rizal Calvary Marimbo, Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN Suroso Isnandar, Direktur Utama PLN Nusantara Power Ruly Firmansyah, dan Direktur Transmisi dan Perencanaan Sistem PLN Edwin Nugraha Putra. Mereka juga mengawal kesiapan operasional PLTU Tenayan di Pekanbaru, yang merupakan salah satu penopang sistem kelistrikan Sumatera.

Darmawan Prasodjo menambahkan bahwa saat ini suplai daya sebesar 5.579 megawatt (MW) telah berhasil dipasok kembali ke 1.770 jaringan distribusi pelanggan yang sebelumnya terdampak. “Kami langsung mengawal proses penormalan di lapangan, dan saat ini sistem kelistrikan Sumatera sudah normal kembali. PLN terus melanjutkan proses penyalaan listrik hingga ke seluruh pelanggan,” jelas Darmawan.

Selain pemulihan pasokan listrik untuk pelanggan umum, PLN juga memprioritaskan pemantauan fasilitas layanan publik vital seperti rumah sakit, bandara, dan pusat layanan masyarakat. Upaya ini bertujuan memastikan aktivitas di sektor-sektor penting tersebut tetap berjalan normal selama proses pemulihan sistem berlangsung.

Pemadaman listrik massal di Sumatera pada Jumat (22/5) pukul 18.44 WIB disebabkan oleh cuaca buruk yang berdampak pada sebagian sistem kelistrikan Sumatera. Hingga Minggu (24/5) pukul 06.00 WIB, PLN telah berhasil menormalkan 176 gardu induk yang sempat terdampak, sehingga pasokan listrik kepada pelanggan pulih secara bertahap.

Darmawan menyampaikan bahwa seluruh parameter kelistrikan di sistem Sumatera kini berada dalam kondisi stabil dan beroperasi optimal, menjamin kontinuitas pasokan listrik bagi masyarakat.