PALU, KILATNEWS.CO – Universitas Tadulako (Untad) Palu, Sulawesi Tengah, menerima hibah sebanyak 3.048 eksemplar buku dari Pemerintah Tiongkok pada Selasa (7/4/2026). Bantuan ini dinilai akan sangat bermanfaat untuk memperkuat referensi akademik dan mendukung pertukaran pengetahuan global di lingkungan kampus.

Rektor Untad Palu, Prof. Amar, menjelaskan bahwa hibah ini merupakan bagian dari upaya penguatan kerja sama akademik internasional. “Hibah ini sebagai bagian dari penguatan kerja sama akademik internasional dan pertukaran pengetahuan global,” kata Prof. Amar di Palu, Selasa.

Ribuan buku tersebut mencakup berbagai judul strategis, termasuk karya-karya yang membahas pemikiran dan kebijakan Presiden Tiongkok Xi Jinping, seperti seri The Governance of China. Selain itu, terdapat literatur lain terkait tata kelola negara, pembangunan ekonomi, hubungan internasional, serta transformasi Tiongkok modern.

“Bantuan buku ini menjadi langkah strategis dalam memperkaya sumber literasi di lingkungan kampus,” ujar Prof. Amar.

Menurutnya, koleksi buku tersebut memiliki nilai akademik yang tinggi, khususnya sebagai referensi bagi mahasiswa dan dosen. Literatur ini dapat membantu mereka memahami model pembangunan alternatif di luar paradigma Barat.

Prof. Amar menambahkan, koleksi ini juga dapat dimanfaatkan untuk mendukung penelitian di berbagai bidang. Ini mencakup ekonomi pembangunan, kebijakan publik, hubungan internasional, teknologi, hingga studi kawasan Asia.

“Koleksi ini juga membuka peluang analisis komparatif antara model pembangunan Tiongkok dan Indonesia, terutama dalam aspek pembangunan daerah, industrialisasi, dan pengelolaan sumber daya alam (SDA),” paparnya.

Lebih lanjut, Prof. Amar menjelaskan bahwa keberhasilan pembangunan Tiongkok tidak terlepas dari pendekatan tata kelola yang terencana, konsisten, serta berbasis visi jangka panjang. Hal ini diwujudkan melalui stabilitas politik, efisiensi birokrasi, perencanaan berbasis data, reformasi ekonomi, investasi infrastruktur, penguatan inovasi teknologi, dan program pengentasan kemiskinan.

“Seluruh pemikiran dan kebijakan itu terdokumentasi dalam buku-buku yang kini menjadi bagian dari koleksi Perpustakaan Universitas Tadulako,” pungkasnya.