Gresik, 20 Maret 2026 – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik mencatatkan nilai investasi fantastis mencapai Rp106,3 triliun sepanjang periode 2021 hingga 2025. Angka ini menempatkan KEK Gresik sebagai salah satu kawasan industri strategis nasional yang berperan penting dalam mendorong hilirisasi dan memperkuat rantai pasok dalam negeri.
External Relation and Special Economic Zone Director KEK Gresik, Roro Ayu Yayuk Dwi Hastuti, menjelaskan bahwa realisasi investasi tersebut merupakan akumulasi dari lima tahun terakhir. Ia menambahkan, sebelum ditetapkan sebagai KEK, kawasan Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE) sendiri telah mencatat investasi sebesar Rp5,2 triliun.
“Secara akumulatif, total investasi sebelum dan sesudah penetapan KEK mencapai Rp111,5 triliun,” ujar Roro Ayu pada Kamis (19/3/2026).
Dampak Positif pada Ekonomi Daerah dan Ketenagakerjaan
Selain kontribusi signifikan terhadap investasi nasional, KEK Gresik juga memberikan dampak ekonomi yang nyata di tingkat daerah. Hal ini tercermin dari peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Gresik yang naik dari 77,30 pada tahun 2021 menjadi 79,69 pada tahun 2025.
Di sektor ketenagakerjaan, tingkat pengangguran di Kabupaten Gresik juga menunjukkan tren penurunan yang positif, dari 8,00 persen menjadi 5,47 persen dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Penurunan ini sejalan dengan bertambahnya lapangan kerja yang tercipta dari berbagai industri yang beroperasi di dalam kawasan tersebut.
Roro Ayu menambahkan, KEK Gresik tidak hanya berfokus pada penarikan investasi, tetapi juga aktif menjalankan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Program-program ini menyasar berbagai bidang seperti pendidikan, kesehatan, ekonomi kerakyatan, lingkungan, serta pembangunan infrastruktur sosial.
“Program CSR kami dirancang untuk memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar kawasan industri,” tegasnya.
Kondisi Makro Ekonomi Nasional Tetap Solid
Sementara itu, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Ketua Tim Pelaksana Dewan Nasional KEK, Susiwijono Moegiarso, menegaskan bahwa kondisi ekonomi makro Indonesia masih terjaga dengan baik. Berbagai indikator seperti indeks keyakinan konsumen, sektor ritel, dan daya beli masyarakat menunjukkan tren positif, menandakan fundamental ekonomi nasional yang kuat di tengah dinamika global.
“Indikator makro menunjukkan kondisi yang cukup solid. Inflasi tetap terkendali, sementara Purchasing Managers’ Index (PMI) berada di atas level 53, salah satu yang tertinggi dalam beberapa bulan terakhir,” ungkap Susiwijono.
Kinerja KEK Nasional Lampaui Target
Senada, Plt. Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK, Rizal Edwin Manansang, menyebutkan bahwa KEK secara nasional terus menunjukkan kinerja positif dalam menarik investasi dan menciptakan lapangan kerja. Sepanjang tahun 2025, realisasi investasi di 25 KEK di seluruh Indonesia mencapai Rp82,6 triliun, atau 98 persen dari target yang ditetapkan.
Dari sisi ketenagakerjaan, kawasan KEK berhasil menyerap 88.541 tenaga kerja, melampaui target yang telah ditetapkan sebelumnya. “Hal ini menunjukkan KEK semakin efektif sebagai instrumen untuk mendorong investasi dan penciptaan lapangan kerja di daerah,” pungkas Rizal Edwin.
Dengan kontribusi investasi yang mencapai hampir sepertiga dari total nasional, KEK Gresik terus memperkuat perannya sebagai salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi, baik di tingkat daerah maupun nasional.
