Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kalimantan Barat (Kalbar) menunjukkan peningkatan signifikan hingga pertengahan Mei 2026. Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat melaporkan, sebanyak 970 warga terinfeksi virus dengue, dengan empat di antaranya meninggal dunia.

Data tersebut dihimpun hingga minggu ke-20 tahun 2026, menyoroti urgensi penanganan penyebaran penyakit yang ditularkan nyamuk Aedes aegypti ini di seluruh wilayah provinsi.

Kapuas Hulu Catat Kasus Tertinggi, Landak dengan Angka Kematian Terbanyak

Dari 14 kabupaten/kota di Kalbar, Kabupaten Kapuas Hulu menjadi wilayah dengan jumlah pasien DBD tertinggi, mencapai 181 kasus dengan satu kematian. Angka ini diikuti oleh Kabupaten Ketapang dengan 157 kasus, Kayong Utara 148 kasus, dan Kabupaten Mempawah dengan 115 kasus.

Meskipun jumlah kasusnya relatif lebih rendah, yakni 52 kasus, Kabupaten Landak mencatatkan angka kematian tertinggi di Kalbar dengan dua korban jiwa. Sementara itu, ibu kota provinsi, Kota Pontianak, mencatat 68 kasus, dan Kota Singkawang 87 kasus.

Kabupaten/KotaJumlah KasusMeninggal Dunia
Kapuas Hulu1811
Landak522
Mempawah1151

Tren Kasus dan Faktor Pemicu Lonjakan

Kepala Dinas Kesehatan Kalbar, Erna Yulianti, menjelaskan bahwa kasus DBD hampir selalu ditemukan setiap pekan sejak awal tahun. Lonjakan tertinggi secara mingguan terjadi pada minggu ke-2 dengan 88 kasus.

Secara bulanan, Januari menjadi periode puncak dengan 287 kasus, yang kemudian berangsur menurun hingga Mei yang mencatat 62 kasus hingga pekan ke-20. “Tingginya curah hujan di Kalimantan Barat memicu banyaknya genangan air yang menjadi tempat ideal bagi nyamuk Aedes aegypti untuk berkembang biak,” ujar Erna.

Ia menambahkan, kasus kematian tercatat terjadi satu orang di setiap bulannya sejak Januari, kecuali pada bulan Maret.

Dinkes Kalbar Imbau Masyarakat Lakukan 3M Plus

Untuk menekan angka penyebaran, Dinas Kesehatan Kalbar mengimbau masyarakat untuk tidak hanya mengandalkan fogging (pengasapan). Masyarakat didorong untuk lebih aktif melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui gerakan 3M Plus, yang meliputi:

  • Menguras tempat penampungan air secara rutin.
  • Menutup rapat wadah penyimpanan air.
  • Mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menampung air hujan.

Selain itu, langkah “Plus” mencakup penggunaan lotion anti-nyamuk, pemasangan kawat kasa di ventilasi rumah, dan penanaman tanaman pengusir nyamuk di sekitar lingkungan tempat tinggal.