Kepolisian Resor (Polres) Wonosobo, Jawa Tengah, memperketat pengamanan di seluruh wilayah hukumnya menjelang dan selama bulan suci Ramadan 2026. Langkah ini diambil untuk menjamin kondusivitas serta keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah tersebut.
Kapolres Wonosobo AKBP M Kasim Akbar Bantilan menegaskan, jajarannya telah menyiapkan skema pengamanan berlapis melalui tiga operasi kepolisian yang digelar secara berkesinambungan. “Kepolisian memastikan bahwa personel akan bersiaga penuh merespons setiap aduan dari warga,” ujar AKBP Kasim kepada awak media pada Kamis (19/2).
Tiga rangkaian operasi utama tersebut meliputi Operasi Keselamatan, Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat), dan Operasi Ketupat Candi. Ketiganya dirancang untuk menyasar berbagai potensi gangguan keamanan, mulai dari pelanggaran lalu lintas hingga tindak kriminalitas. “Saat ini kami sedang melaksanakan Operasi Keselamatan yang dijadwalkan berlangsung hingga 15 Maret. Juga ada Operasi Pekat (Penyakit Masyarakat), dan Operasi Ketupat Candi,” jelas AKBP Kasim.
Menurut AKBP Kasim, seluruh rangkaian operasi ini bertujuan agar masyarakat dapat menjalankan aktivitas dan ibadah dengan tenang selama Ramadan. Ia pun berharap dukungan penuh dari elemen masyarakat demi kelancaran tugas kepolisian di lapangan. “Nanti output-nya, masyarakat Wonosobo bisa merasakan dampak keamanan yang dihasilkan,” imbuhnya.
Terkait potensi kenaikan angka kriminalitas selama Ramadan, Polres Wonosobo telah menyiapkan langkah mitigasi sejak dini. Meskipun situasi di Wonosobo saat ini tergolong kondusif, pihak kepolisian tetap dalam posisi waspada tinggi. Personel disiagakan selama 24 jam untuk mempersempit ruang gerak pelaku tindak pidana di wilayah Kabupaten Wonosobo. “Polri siap 24 jam menjaga situasi Kamtibmas dan merespons setiap pengaduan dan tindak pidana apapun yang ada di wilayah Kabupaten Wonosobo,” pungkas Kapolres.
