Ribuan masyarakat memadati halaman Balai Kota Surabaya untuk melaksanakan salat Idul Fitri 1447 Hijriah pada Sabtu (21/3/2026). Suasana khusyuk menyelimuti pelaksanaan salat yang turut dihadiri oleh Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menandai semangat kebersamaan dalam merayakan kemenangan.

Dalam khutbahnya, Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya, Prof. Abdul Kadir Riyadi, menekankan pentingnya taqwa sebagai pelindung dan perisai dalam kehidupan. Menurutnya, perilaku yang masih gemar melakukan dosa dan kemungkaran menunjukkan belum hadirnya nilai taqwa dalam diri seseorang.

Prof. Abdul Kadir Riyadi menjelaskan bahwa taqwa merupakan bekal utama manusia dalam menjalankan perannya sebagai khalifah di bumi, mengemban empat misi ketuhanan hingga kemanusiaan. Misi pertama adalah menyebarkan perdamaian sebagai pondasi kehidupan, di mana rasa aman sangat menentukan aktivitas masyarakat.

Misi Taqwa: Perdamaian hingga Kedaulatan Pangan

“Sebagai warga Surabaya dan sekitarnya, ini menjadi tugas kita bersama untuk menciptakan suasana yang aman dan damai,” ujar Prof. Abdul Kadir Riyadi. Ia juga menyoroti berbagai persoalan sosial yang marak terjadi, seperti pencurian kendaraan bermotor hingga aksi pencurian besi di Jembatan Suramadu. Menurutnya, tindakan tersebut sangat berbahaya karena dapat mengancam keselamatan banyak orang.

Misi kedua adalah memperkuat ekonomi melalui konsep memberi makan dalam arti luas. Hal ini tidak sekadar memberikan bantuan sesaat, melainkan merancang program strategis untuk mewujudkan kedaulatan pangan agar tidak ada masyarakat yang kelaparan. “Indonesia harus mandiri dalam ketahanan pangan dan tidak bergantung pada impor,” tegasnya.

Dalam aspek sosial, Prof. Abdul Kadir Riyadi menekankan pentingnya menjaga silaturahim sebagai bentuk solidaritas. Silaturahim, menurutnya, adalah wujud mencintai sesama dengan memandang orang lain layaknya saudara sendiri. “Dengan silaturahim, kita dapat membangun kebersamaan, solidaritas, dan keutuhan masyarakat,” jelasnya.

Misi keempat ditutup dengan pilar agama. Di akhir khutbah, ia mengajak seluruh jamaah untuk bersama-sama membangun Surabaya, Jawa Timur, dan Indonesia di tengah kondisi dunia yang penuh tantangan, mulai dari konflik hingga ancaman terhadap ekonomi global. “Mari kita bergandengan tangan menyelesaikan berbagai persoalan dengan harapan Allah senantiasa menurunkan rahmat-Nya kepada kita semua,” ajaknya.

Wali Kota Eri Cahyadi Soroti Pentingnya Persatuan

Menanggapi khutbah tersebut, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengamini pentingnya persatuan. Ia berharap momentum Idul Fitri dapat memperkuat persaudaraan di antara masyarakat. “Saya berharap dengan salat Idul Fitri hari ini, maka momentum persaudaraan kita harus kita kuatkan lagi,” harap Eri.

Eri melanjutkan, dengan kebersamaan dan persaudaraan, hasil kerja akan maksimal. “Sehingga kalau kita sudah bersaudara, maka kita ini bekerja bersama, bukan bekerja sendiri-sendiri. Bukan mencari siapa yang popularitas, bukan mencari siapa yang terbaik. Tapi bagaimana dengan kebersamaan dan persaudaraan itu, maka kita bisa mencapai dengan hasil yang maksimal. Dan semoga dengan salat Idul Fitri ini, maka kita mementum kebangkitan kita, momentum persaudaraan kita,” tandasnya.