All England 2026 kembali diwarnai kejutan besar setelah sejumlah unggulan dunia berguguran di turnamen Super 1000 yang berlangsung di Birmingham. Situasi ini menempatkan tunggal putra Indonesia, Alwi Farhan, dalam posisi yang penuh tantangan di tengah persaingan ketat.

Sebelumnya, tunggal putra peringkat satu dunia Shi Yu Qi dari China telah kandas di babak 32 besar. Kini, kejutan serupa terjadi di sektor ganda campuran, di mana pasangan peringkat satu dunia Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping, juga dari China, harus mengakui keunggulan lawan di babak 16 besar.

Pasangan Denmark, Mads Vestergaard/Christine Busch, yang menempati peringkat 20 dunia, menjadi dalang di balik tumbangnya Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping. Mereka berhasil membalikkan keadaan setelah kalah di gim pertama, menutup pertandingan dengan skor 18-21, 21-18, dan 21-17.

Christine Busch mengungkapkan kegembiraannya atas kemenangan tak terduga ini. “Saya sangat senang, juga sedikit terkejut. Saya belum benar-benar memahaminya, tetapi kami sangat bahagia,” tuturnya.

Di sisi lain, tunggal putra peringkat kedua dunia Kunlavut Vitidsarn dari Thailand berhasil mencetak sejarah pribadi. Juara Dunia 2023 itu akhirnya mencapai perempat final All England untuk pertama kali dalam kariernya setelah mengalahkan Toma Junior Popov dengan skor 19-21, 21-9, dan 21-13 di babak 16 besar kemarin. Vitidsarn sebelumnya enam kali gagal menembus babak delapan besar turnamen bergengsi ini.

Dengan banyaknya kejutan yang terjadi dan tumbangnya para unggulan, persaingan di All England 2026 semakin terbuka. Ini menjadi sinyal bagi Alwi Farhan untuk tetap waspada dan siap menghadapi setiap lawan, mengingat potensi kejutan bisa datang dari mana saja.

Sumber Gambar: jpnn.com