Dua unggulan teratas, Elena Rybakina dan Coco Gauff, harus berjuang keras melewati drama tiga set untuk mengamankan tempat di babak 16 besar Madrid Open 2026. Pertandingan sengit ini berlangsung pada Senin WIB, 27 April 2026, menunjukkan ketangguhan kedua petenis dalam menghadapi lawan-lawan tangguh.

Perjuangan Rybakina Melawan Peraih Emas Olimpiade

Unggulan kedua, Elena Rybakina, berhasil bangkit dari ketertinggalan satu set untuk menumbangkan Zheng Qinwen, peraih medali emas Olimpiade Paris 2024. Rybakina memenangi pertandingan dengan skor 4-6, 6-4, 6-3 setelah berjuang selama dua jam 21 menit.

“Saya rasa level pertandingan kali ini lebih baik daripada yang pertama,” kata Rybakina seusai pertandingan, seperti dikutip dari WTA. “Saya rasa servis saya lebih baik, tapi Qinwen, dia lawan yang tangguh. Dia melakukan servis dengan sangat baik. Dia juga mengembalikan semua servis saya. Saya rasa servis bukanlah masalah hari ini.”

Kemenangan ini menandai kemenangan keempat Rybakina atas Zheng dari lima pertemuan mereka di level WTA Tour. Ini juga menjadikannya petenis pertama yang berhasil mengalahkan Zheng di ketiga permukaan lapangan.

“Jadi ya, saya senang bisa memanfaatkan kesempatan di set kedua. Saya berjuang, selalu berusaha untuk tetap dekat. Entah bagaimana, lagi-lagi pertandingan tiga set, tapi saya senang,” tambah Rybakina, yang kini memimpin tur dengan 27 kemenangan musim ini.

Di babak 16 besar, Rybakina akan menghadapi lucky loser Anastasia Potapova untuk memperebutkan satu tempat di perempat final.

Gauff Berjuang Melawan Sakit dan Lawan Tangguh

Skenario serupa juga dialami unggulan ketiga, Coco Gauff. Finalis Madrid tahun lalu ini harus berjuang keras setelah tertinggal satu set dan satu break dari unggulan ke-25 Sorana Cirstea. Gauff menunjukkan semangat juang luar biasa, bahkan setelah mengalami sakit di lapangan, untuk meraih kemenangan 4-6, 7-5, 6-1.

Cirstea memulai pertandingan dengan agresif, mematahkan servis Gauff untuk unggul 4-2. Meskipun Gauff sempat menyamakan kedudukan menjadi 4-4, Cirstea berhasil mendapatkan break kedua dan mengamankan set pertama dengan skor 6-4.

Pada set kedua, petenis Rumania yang memainkan musim terakhirnya sebelum pensiun itu kembali mematahkan servis Gauff di awal set, memimpin 2-0. Namun, Gauff, yang dikenal dengan daya juangnya, berhasil bangkit. Ia bahkan sempat muntah di lapangan di tengah set kedua, namun pulih dari ketertinggalan tiga kali sebelum akhirnya memenangi set dengan skor 7-5.

Gauff kemudian mendominasi set ketiga, memenangi lima gim terakhir secara beruntun untuk menyelesaikan pertandingan dalam waktu dua jam 21 menit. Kemenangan ini meningkatkan rekor pertemuannya melawan Cirstea menjadi 3-0.

“Saya tidak tahu bagaimana saya bisa melewati itu,” ujar Gauff seusai pertandingan. “Saya merasa baik-baik saja sepanjang pagi ini. Saya merasa sedikit aneh tadi malam, tetapi saya baik-baik saja. Bangun pagi ini, merasa baik-baik saja. Dan di pertengahan set pertama, saya merasa seperti akan muntah. Dan kemudian saya muntah.”

Petenis berusia 22 tahun itu menambahkan, “Mereka memberi saya beberapa pil dan itu benar-benar membantu. Setelah itu, begitu saya merasakan mual dan ingin muntah, saya hanya merasa mual dan lelah.”

Gauff menjelaskan keputusannya untuk terus bermain meskipun merasa sakit. “Ketika saya benar-benar muntah di lapangan, itu agak memalukan. Kemudian setelah gim pertama dan kedua, saya merasa itu benar-benar menguras tenaga saya. Saya adalah orang yang tidak suka mundur dari pertandingan,” kata Gauff.

“Saya tidak suka melakukan itu kecuali saya benar-benar merasa tidak punya pilihan lain. Rencananya adalah selalu berusaha untuk menyelesaikan pertandingan, bahkan jika akhirnya saya yang menang, hanya bermain untuk bisa melewatinya,” tegasnya.

Di babak keempat, Gauff akan bertemu unggulan ke-13 Linda Noskova, yang lolos setelah Liudmila Samsonova mengundurkan diri karena sakit. Gauff memiliki rekor unggul 2-0 dalam catatan pertemuan melawan petenis Ceko tersebut.