Kepolisian Daerah Jawa Tengah dan Polres Pekalongan masih terus memburu pelaku penembakan di rumah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Tengah dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Nur Fatwah. Insiden yang terjadi di Desa Capgwen, Kelurahan Kedungwuni Timur, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan pada Sabtu (14/2) sekitar pukul 22.00 WIB tersebut dipastikan sebagai aksi teror menggunakan senjata api.
Penyelidikan Intensif dan Barang Bukti
Hingga Senin (16/2), tim gabungan petugas masih melakukan penyelidikan mendalam di lokasi kejadian. Polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti penting, mulai dari proyektil peluru yang ditemukan di area garasi rumah hingga rekaman kamera pengawas (CCTV) guna mengidentifikasi pelaku.
Kapolres Pekalongan, AKBP Rachmad C Yusuf, mengungkapkan bahwa berdasarkan rekaman CCTV, pelaku diketahui merupakan seorang pria yang mengendarai sepeda motor matik dengan pelat nomor tertutup plastik. Saat beraksi, pelaku mengenakan jaket hitam, masker, dan celana pendek.
“Kami masih memburu pelaku diduga kuat merupakan aksi teror, karena melihat arah tembakan ke atas hingga mengenai atas jendela dengan plafon rumah,” ujar AKBP Rachmad C Yusuf pada Senin (16/2).
Motif Penembakan Masih Didalami
Meskipun proyektil peluru telah ditemukan, polisi masih mendalami motif di balik penembakan tersebut. Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jawa Tengah bersama Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pekalongan menduga kuat bahwa pelaku telah mengenal lokasi kejadian dengan baik sebelum melancarkan aksinya.
Berdasarkan analisis sementara, pelaku datang dari arah utara dan langsung masuk melalui gerbang rumah korban. Setelah melepaskan tembakan di halaman, pelaku segera memutar arah dan melarikan diri. “Saat itu saksi korban Ahmad Muzakhim bersama temannya masih duduk di teras rumah,” imbuh Rachmad.
Kronologi Kejadian
Suami Nur Fatwah, Ahmad Muzakhim, mengaku tidak memiliki firasat buruk sebelum kejadian. Ia menceritakan bahwa malam itu dirinya sedang menemui tamu di teras rumah setelah menyelesaikan serangkaian kegiatan sejak pukul 20.00 WIB. Muzakhim sempat mengira orang yang masuk ke halaman rumahnya adalah pengirim paket.
Suara tembakan yang cukup keras sontak mengejutkan seisi rumah. “Saya juga kaget karena selama ini tidak mempunyai musuh ataupun persaingan usaha, bahkan saat kejadian akan mengejar tapi urung karena takut pelaku membawa senjata api,” ungkap Ahmad Muzakhim.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian terus meminta keterangan dari sejumlah saksi untuk mempersempit ruang gerak pelaku yang masih buron.
