Sejumlah perjalanan kereta api (KA) menuju wilayah PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya mengalami penambahan waktu tempuh signifikan. Hal ini merupakan dampak dari insiden anjloknya KA Bangunkarta relasi Jombang – Pasarsenen di emplasemen Stasiun Bumiayu pada Senin (6/4/2026).
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, menyampaikan permohonan maaf atas gangguan operasional tersebut. Sebagai respons, KAI melakukan penyesuaian pola operasi dengan pengalihan rute dan pengaturan perjalanan memutar.
Pola operasi memutar ini mengharuskan kereta menempuh lintas alternatif yang lebih panjang dari rute normal. Akibatnya, waktu tempuh perjalanan kereta api bertambah antara 120 hingga 150 menit.
Mahendro menegaskan komitmen KAI untuk pelayanan. “Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan. KAI berkomitmen untuk terus meningkatkan keselamatan dan pelayanan, serta memastikan seluruh perjalanan kereta api dapat kembali berjalan aman dan lancar,” ujarnya.
Beberapa KA yang terdampak penambahan waktu tempuh menuju wilayah KAI Daop 8 Surabaya antara lain:
- KA Gaya Baru Malam Selatan relasi Stasiun Pasar Senen – Stasiun Surabaya Gubeng
- KA Tambahan relasi Stasiun Gambir – Stasiun Surabaya Gubeng
- KA Bima relasi Stasiun Gambir – Stasiun Surabaya Gubeng
- KA Jayakarta relasi Stasiun Pasar Senen – Stasiun Surabaya Gubeng
- KA Gajayana relasi Stasiun Gambir – Stasiun Malang
Meskipun demikian, KAI Daop 8 Surabaya memastikan bahwa keberangkatan kereta api untuk esok hari, Selasa (7/4/2026), secara umum masih berjalan normal dan sesuai jadwal.
Pihak KAI Daop 8 Surabaya terus berkoordinasi intensif dengan seluruh pihak terkait untuk memastikan penanganan berjalan optimal dan perjalanan kereta api dapat kembali normal secepatnya.
Mahendro menambahkan, “KAI Daop 8 Surabaya akan terus memberikan update perkembangan situasi secara berkala. Keselamatan perjalanan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap operasional kereta api.”
