PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya memulai proyek perbaikan di tiga titik perlintasan sebidang utama di Surabaya Selatan. Pengerjaan yang berlangsung mulai Rabu (25/2) malam hingga Sabtu (28/2) ini berpotensi menimbulkan kemacetan, terutama bagi pengendara yang melintasi jalur Jemur Sari, Jagir, dan Margorejo.
Perbaikan infrastruktur ini mencakup pembongkaran konstruksi lama, pengangkatan listring, hingga pengaspalan ulang. Tujuannya adalah untuk memastikan rel dan permukaan aspal jalan kembali rata, demi keselamatan perjalanan kereta api dan kenyamanan pengguna jalan raya.
Skema Buka-Tutup dan Jadwal Pengerjaan
Untuk meminimalkan dampak terhadap arus lalu lintas, KAI Daop 8 menerapkan skema buka-tutup jalan secara bertahap. Pengerjaan akan dilakukan pada malam hari, mulai pukul 21.00 hingga 05.00 WIB.
- Rabu (25/2) malam hingga Kamis (26/2) dini hari: Perbaikan di JPL No. 25 Jalan Jemur Sari, yang berada pada petak Wonokromo–Waru.
- Kamis (26/2) malam hingga Jumat (27/2) dini hari: Pengerjaan di JPL No. 17 Jalan Jagir jalur hilir.
- Jumat (27/2) malam hingga Sabtu (28/2) dini hari: Perbaikan di JPL No. 22 Jalan Margorejo.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, menjelaskan bahwa perawatan ini merupakan langkah preventif. “Kami membongkar perlintasan dan melakukan pengaspalan ulang agar permukaan jalan kembali rata. Ini krusial bagi keselamatan perjalanan kereta api maupun kenyamanan kendaraan yang lewat,” ujar Mahendro.
Menurut Mahendro, kondisi aspal di sekitar rel seringkali mengalami penurunan akibat beban getaran tinggi. Dengan pengaspalan ulang, risiko kendaraan tersangkut atau tergelincir di area rel dapat ditekan secara signifikan.
Antisipasi Kemacetan dan Imbauan kepada Masyarakat
Meskipun pekerjaan berlangsung saat tengah malam, potensi kepadatan lalu lintas tetap diantisipasi. KAI Daop 8 Surabaya telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan Dinas Perhubungan untuk mengatur arus lalu lintas di lapangan. Petugas akan dikerahkan untuk mengarahkan pengendara saat sistem buka-tutup diberlakukan secara situasional.
Mahendro menyarankan masyarakat untuk merencanakan perjalanan lebih awal atau mencari jalur alternatif selama pengerjaan berlangsung. “Kami memohon maaf atas hambatan perjalanan ini. Komitmen kami adalah memastikan standar keselamatan tetap terjaga di seluruh wilayah operasional,” tutupnya.
