Identitas seorang pemuda yang secara tak terduga menyusup ke siaran langsung kelompok kreator konten Marapthon pada Selasa, 24 Februari 2026, akhirnya terungkap. Insiden yang terjadi saat Marapthon sedang melakukan konten berburu takjil ini memicu beragam reaksi dari warganet dan menimbulkan spekulasi mengenai motif di baliknya.
Insiden Penyusupan Saat Live Berburu Takjil
Momen mengejutkan tersebut terjadi ketika anggota inti Marapthon, termasuk Bravy, Ebot, Tepe, dan Tim EJ Peach, tengah berinteraksi dengan penonton dalam siaran langsung mereka. Tiba-tiba, seorang pemuda berbaju hitam melintas di depan kamera. Dengan gestur menempelkan tangan di dada, pemuda itu mengucapkan kalimat, “Izin, izin,” sebelum menghilang dari pandangan.
Kehadiran tak terduga ini sontak memicu ketegangan di antara anggota Marapthon. Bravy, yang terlihat berusaha menahan emosinya, akhirnya memutuskan untuk menutup siaran langsung perburuan takjil tersebut.
Identitas Pelaku dan Dugaan Motif
Berdasarkan penelusuran digital dan komentar warganet, pemuda tersebut diidentifikasi bernama Musa, yang memiliki akun TikTok @muss_stevv. Spekulasi mengenai motif di balik aksinya langsung merebak luas di berbagai forum media sosial.
Banyak pihak menduga bahwa Musa adalah penggemar berat kreator konten kontroversial, Bigmo. Nama Bigmo sendiri dikenal dalam komunitas siaran langsung karena rekam jejaknya yang kerap menyenggol dan mengkritik kreator konten lain. Adanya konflik masa lalu antara Bigmo dan kelompok Marapthon membuat publik mengaitkan tindakan Musa sebagai bentuk provokasi dari basis penggemar Bigmo.
Reaksi Warganet dan Anggota Marapthon
Potongan video insiden ini dengan cepat viral dan memicu berbagai reaksi di media sosial. Salah satu warganet melontarkan sindiran tajam, “Lah biasa bang kan idola nya aja kagak punya attitude😂” Komentar ini menyoroti masalah etika dan perilaku Musa, serta mengaitkannya dengan karakteristik sang idola.
Di sisi lain, tidak sedikit pula warganet yang justru merasa terhibur dengan respons anggota Marapthon. “Di kacangin awowkkww malu bet itu 🤙😎” tulis warganet lain, merujuk pada sikap acuh tak acuh anggota Marapthon yang memilih mengabaikan Musa, dianggap sebagai balasan yang tepat untuk mempermalukan seseorang yang mencari perhatian.
Setelah situasi kembali kondusif, Tepe, salah satu rekan Bravy, mencoba mencairkan suasana dengan candaan menggunakan mainan dinosaurus kecil, yang berhasil membuat anggota lain kembali rileks.
Belum Ada Klarifikasi Resmi
Hingga Rabu, 25 Februari 2026, belum ada pernyataan resmi atau klarifikasi lebih lanjut dari Musa terkait motif di balik aksinya tersebut. Insiden ini menambah daftar panjang drama di dunia kreator konten Indonesia yang kerap menjadi sorotan publik.
