KAI Commuter mencatat lonjakan signifikan jumlah penumpang Commuter Line Supas setelah rute operasionalnya diperpanjang hingga Stasiun Probolinggo sejak 1 Maret 2026. Kebijakan ini tidak hanya meningkatkan aksesibilitas masyarakat, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian lokal di wilayah Kabupaten Probolinggo.
VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, mengungkapkan antusiasme tinggi dari masyarakat Probolinggo dan sekitarnya. “Kami melihat antusiasme yang sangat besar dari masyarakat Probolinggo dan sekitarnya. Integrasi layanan ini telah meningkatkan aksesibilitas masyarakat secara signifikan. Ini mencerminkan kebutuhan tinggi akan transportasi publik yang efisien dan tepat waktu,” ujar Karina melalui siaran tertulisnya pada Jumat (8/5/2026).
Berdasarkan data evaluasi KAI Commuter, rata-rata volume pengguna harian pada periode Maret-April 2026 melonjak antara 26 hingga 59 persen dibandingkan periode Januari-Februari 2026. Khusus di Stasiun Probolinggo, stasiun tersebut kini melayani rata-rata 312 penumpang naik dan 293 penumpang turun pada hari kerja. Angka ini meningkat tajam pada akhir pekan, dengan rata-rata 696 penumpang naik dan 480 penumpang turun.
Dampak Ekonomi dan Pariwisata
Kemudahan akses transportasi ini turut memicu perputaran roda ekonomi daerah. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Probolinggo menunjukkan tren penguatan aktivitas ekonomi di kawasan sekitar stasiun, khususnya pada sektor perdagangan, jasa, dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal. Kehadiran rute baru Commuter Line Supas mempermudah distribusi barang dan mobilitas pelaku usaha.
Selain itu, integrasi moda transportasi ini juga memberikan angin segar bagi sektor pariwisata daerah. Wisatawan kini lebih mudah menjangkau berbagai destinasi di Probolinggo, berpotensi meningkatkan kunjungan dan pendapatan daerah.
Karina Amanda menegaskan komitmen KAI Commuter untuk terus meningkatkan layanan. “Kami mengapresiasi kepercayaan masyarakat dan berkomitmen untuk terus menjaga kualitas layanan, ketepatan waktu, dan keamanan. Kami akan terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah serta instansi terkait untuk memastikan layanan Commuter Line Supas memberikan manfaat nyata bagi pertumbuhan ekonomi Probolinggo,” tutup Karina.
Rincian Lonjakan Penumpang per Perjalanan
Berikut adalah rincian data rata-rata pengguna harian dari empat perjalanan Commuter Line Supas setelah diperpanjang hingga Stasiun Probolinggo:
- KA 453 (Pemberangkatan Surabaya pukul 01.50 WIB): Rata-rata 233 orang per hari (sebelumnya 147 orang), naik 59%.
- KA 459 (Pemberangkatan Surabaya pukul 18.10 WIB): Rata-rata 1.183 orang per hari (sebelumnya 919 orang), naik 29%.
- KA 454 (Keberangkatan Probolinggo pukul 04.10 WIB): Rata-rata 895 orang per hari (sebelumnya 710 orang), naik 26%.
- KA 460 (Pemberangkatan Probolinggo pukul 21.22 WIB): Rata-rata 418 orang per hari (sebelumnya 269 orang), naik 55%.
