Cita-cita mulia mendiang aktris Julia Perez untuk mendirikan rumah singgah bagi anak-anak penderita kanker hingga kini belum terwujud. Wasiat yang sudah lama digagas tersebut terganjal realita pahit, seperti diungkapkan sang adik, Nia Anggia, pada Rabu (22/4/2026).

Bangunan fisik yang berlokasi di kawasan Pondok Ranggon itu memang masih berdiri, namun operasionalnya sebagai rumah singgah terhenti total. Nia Anggia menjelaskan bahwa mengubah fungsi rumah menjadi tempat penampungan membutuhkan proses administrasi yang sangat rumit dan biaya besar.

“Untuk rumah singgah masih ada, tapi kita enggak jalanin nih karena prosesnya enggak gampang, butuh perizinan dan biaya besar,” ungkap Nia Anggia.

Ide kemanusiaan ini sebenarnya telah mulai digagas Julia Perez saat dirinya berjuang melawan penyakit mematikan beberapa tahun silam. Sayangnya, maut lebih dulu menjemput sebelum pelantun “Belah Duren” itu sempat meresmikan rumah impiannya bagi para pejuang kanker.

Aset properti tersebut merupakan peninggalan dari ibunda mereka, Sri Wulansih, yang sudah bertahun-tahun tidak dihuni. Akibat dibiarkan kosong dalam waktu lama, kondisi bangunan kini mengalami kerusakan cukup parah di berbagai sudut ruangan.

“Sebenarnya peninggalan rumah mama, karena kosong tidak ditempati bertahun-tahun sekarang banyak yang rusak rumahnya,” jelas Nia merinci kendala fisik bangunan.

Mengenai nasib bangunan tersebut ke depannya, pihak keluarga mengaku masih belum memiliki rencana yang benar-benar matang. Segala kebijakan terkait apakah rumah itu akan dipertahankan atau dilepas sepenuhnya berada di tangan sang ibu.

“InshaAllah kalau ada dananya rumahnya mau diperbaiki dulu, mungkin disewakan atau dijual,” tutur Nia mengenai kemungkinan langkah yang akan diambil keluarga.

Meski dihadapkan pada berbagai kesulitan, Nia tidak memungkiri adanya beban emosional untuk memenuhi keinginan terakhir sang kakak tercinta. Pesan Julia Perez agar rumah tersebut dapat bermanfaat bagi sesama pejuang kanker tetap menjadi harapan yang ingin diwujudkan keluarga.

“Pesan almarhum sih kepenginnya rumah singgah bisa berjalan… tapi apa daya ya, keluarga belum bisa mewujudkannya,” tutup Nia dengan nada pasrah.