Mantan Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, M. Jusuf Kalla, memberikan masukan penting kepada Presiden Prabowo Subianto terkait dinamika geopolitik di Timur Tengah. Masukan tersebut disampaikan saat Jusuf Kalla menyambangi Istana Presiden pada Selasa (3/3) malam, membahas situasi negara dan kebijakan luar negeri Indonesia.
Dalam wawancara di Masjid Kampus UGM usai menyampaikan Ceramah Public Lecture Ramadan pada Kamis (5/3), pria yang akrab disapa JK ini mengungkapkan salah satu poin pembicaraan dengan Presiden Prabowo. “Ya, itu (terkait konflik di Timur Tengah) tentu kita mengharapkan beliau memberikan simpati kepada Iran,” kata JK, menyoroti konflik Israel-Amerika dengan Iran yang turut berdampak bagi Indonesia.
JK menilai, niat untuk mendamaikan pihak-pihak yang berkonflik adalah hal baik. Namun, ia menekankan bahwa upaya mediasi dalam situasi perang seperti saat ini bukanlah perkara mudah. Ia juga memberikan pandangan berbeda mengenai langkah diplomasi yang seharusnya diambil. “Justru yang harus dikunjungi (Donald) Trump, karena dia (yang) menyerang (lebih dulu),” tegasnya, mengindikasikan bahwa akar masalah perlu ditangani langsung.
Lebih lanjut, Jusuf Kalla juga menyoroti potensi penggunaan Board of Peace sebagai instrumen perdamaian. Ia menyarankan agar pemerintah Indonesia secara aktif meminta pemanfaatan Board of Peace untuk mewujudkan kedamaian di kawasan tersebut. “Bagaimana mempergunakan Board of Peace itu menjadi perdamaian. Jadi pemerintah Indonesia sebaiknya minta agar dipergunakan Board of Peace itu untuk kedamaian,” tutupnya.
Sumber Gambar: https://www.mediaindonesia.com
