Seorang pria bernama Darwin (28) menjadi korban penganiayaan brutal di lingkungan tempat tinggalnya di Jalan Dahlia III, RT.04/RW.09, Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat, pada Sabtu (7/2/2026) siang sekitar pukul 14.00 WIB. Terduga pelaku adalah tetangganya sendiri, Dodo B.T., yang disebut berprofesi sebagai konsultan hukum atau pengacara. Insiden ini terekam dalam video yang diunggah istri korban, Angel J, dan telah viral di media sosial.
Kronologi Penganiayaan Dipicu Konflik Kebisingan Drum
Menurut keterangan Angel J, konflik antara kedua keluarga ini telah berlangsung sejak Juli 2025. Keluarga Dodo B.T., khususnya anaknya, disebut sering bermain drum hingga larut malam, mengganggu ketenangan warga sekitar.
Upaya mediasi telah berulang kali dilakukan oleh keluarga Darwin melalui Ketua RT dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) setempat. Namun, keluhan tersebut tidak digubris oleh keluarga terduga pelaku.
Cekcok Berujung Kekerasan Fisik
Puncak insiden terjadi pada Sabtu siang saat anak Dodo B.T. kembali bermain drum. Angel, istri Darwin, yang merasa terganggu, mendatangi dan menegur anak tersebut. Teguran ini memicu cekcok antara Angel dan anak pelaku.
Mendengar keributan, Darwin segera menghampiri istrinya. Tak lama kemudian, Dodo B.T. tiba mengendarai mobil. Berdasarkan kesaksian dan rekaman video, Dodo B.T. secara sengaja mengarahkan mobilnya dan menabrak pasangan suami-istri tersebut hingga keduanya terjungkal ke jalan.
Kekerasan berlanjut setelah Dodo B.T. turun dari mobil. Anak pelaku langsung menghampiri Darwin yang sudah terjatuh dan melakukan cekikan. Dodo B.T. kemudian ikut menganiaya dengan menendang punggung dan memukul Darwin yang saat itu sedang tersungkur. Dalam video, korban yang mengenakan baju navy lengan pendek dan celana pendek terlihat jelas dipukuli dan ditendang. Suara makian dan ancaman juga terdengar.
Ancaman Pembunuhan dan Trauma Korban
Angel J dalam unggahannya menyebut bahwa Dodo B.T. bahkan melontarkan ancaman pembunuhan. Ancaman ini semakin nyata setelah orang tua Darwin mendatangi pelaku secara diam-diam untuk menyelesaikan masalah.
“Kalo tadi anak kamu ngga minta ampun, uda mati,” demikian kutipan mengerikan yang didengar orang tua Darwin dari terduga pelaku, seperti diungkap Angel J.
Akibat penganiayaan ini, Darwin mengalami luka fisik dan trauma. Angel mengungkapkan suaminya kesakitan hingga sulit tidur, dengan keluhan memar di pipi, luka di lidah, tangan yang perih akibat gesekan aspal, serta sakit di bokong bekas tendangan.
Laporan Polisi dan Proses Hukum Berjalan
Terduga pelaku, Dodo B.T., menarik perhatian publik karena disebut memiliki “title DIGIT LAWFIRM”, mengindikasikan profesi di bidang hukum. Keluarga korban telah mengambil langkah hukum dengan melaporkan kejadian ini ke Kepolisian Resor Metro Jakarta Barat pada hari yang sama.
Laporan tersebut telah resmi diterima dengan Nomor: STTLP/359/B/11/2026/SPKT/POLRES METRO JAKARTA BARAT/POLDA METRO JAYA, berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/B/359/11/2026/SPKT/POLRES METRO JAKARTA BARAT/POLDA METRO JAYA, pada Sabtu, 07 Februari 2026, Pukul 19.10 WIB.
Dengan adanya nomor laporan polisi ini, proses hukum formal telah dimulai. Polisi kini sedang mengumpulkan bukti, mempelajari video viral, dan akan memanggil semua pihak terkait untuk dimintai keterangan guna penyelidikan lebih lanjut.
