Tim SAR gabungan akhirnya menemukan jenazah Ajib (55), nelayan terakhir yang menjadi korban insiden tenggelamnya kapal di perairan sekitar Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Kabupaten Gresik. Penemuan ini sekaligus menandai berakhirnya operasi pencarian yang telah berlangsung selama empat hari.

Jasad Ajib ditemukan mengapung oleh awak kapal yang melintas pada Rabu (6/5/2026) pagi, sekitar pukul 06.15 WIB. Titik penemuan berjarak sekitar 5,7 mil laut dari lokasi awal kejadian kecelakaan.

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya sekaligus Search Mission Coordinator (SMC), Nanang Sigit P.H., mengonfirmasi penemuan tersebut. Tim SAR Gabungan segera merespons laporan dan melakukan evakuasi.

“Kapal yang melihat korban segera menginformasikan penemuan tersebut dan langsung diaksi (direspons) oleh Tim SAR Gabungan. Jasad korban telah berhasil dievakuasi dan langsung dibawa menuju RSUD Ibnu Sina Gresik,” jelas Nanang pada Rabu (6/5/2026).

Insiden tenggelamnya kapal nelayan ini terjadi pada Sabtu (2/5/2026), menyebabkan dua Anak Buah Kapal (ABK) dinyatakan hilang. Sebelumnya, korban pertama atas nama Halimi (32) telah ditemukan oleh Tim SAR pada Senin (4/5/2026).

Dengan ditemukannya seluruh korban yang dilaporkan hilang, operasi kemanusiaan kecelakaan laut ini secara resmi dihentikan dan ditutup. Selama empat hari pencarian, Tim SAR Gabungan mengerahkan sumber daya maksimal.

Pada hari kedua dan ketiga operasi, upaya pencarian diperluas dengan pemantauan udara menggunakan Helikopter Basarnas HR-3601. Sementara itu, penyisiran jalur perairan laut dilakukan oleh empat Search and Rescue Unit (SRU) laut.

Total luas area pencarian mencapai 16 mil laut persegi, dengan masing-masing SRU menyisir area berbeda sesuai pemetaan wilayah operasi.