Seorang jemaah haji perempuan asal Kota Samarinda, Kalimantan Timur, dilaporkan wafat saat mengikuti program city tour di Madinah, Arab Saudi. Jemaah dari Kelompok Terbang (Kloter) 01 Embarkasi Balikpapan tersebut meninggal dunia akibat hipertensi dan serangan jantung, diperparah oleh kondisi kelelahan serta suhu panas ekstrem di Tanah Suci.

Humas Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 1447 H/2026 M Embarkasi Balikpapan, Saputranur, mengonfirmasi bahwa jemaah yang wafat bernama Endar Jaya Purwadi, berusia 62 tahun. Almarhumah telah dimakamkan di Madinah sesuai ketentuan penyelenggaraan ibadah haji, dan pihak keluarga telah menerima informasi duka tersebut.

“Selain memiliki risiko tinggi (Risti) atas penyakitnya, ketika itu, almarhumah juga kelelahan dan kondisi kurang fit setelah mengikuti city tour, ditambah dengan suhu panas yang saat ini terasa di Arab Saudi,” ujar Saputranur kepada Media Indonesia pada Senin (11/5/2026).

Menhaj Ingatkan Jemaah Jaga Kesehatan dan Hindari Memaksakan Diri

Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf, sebelumnya telah menyampaikan pesan penting kepada seluruh jemaah haji Indonesia, khususnya dari Balikpapan, untuk senantiasa menjaga kesehatan. Pesan ini disampaikan usai kunjungannya ke asrama haji Balikpapan pada Minggu (10/5/2026).

“Karena itulah, kami minta tim kesehatan untuk menyeleksi calon jemaah haji sebelum beribadah di Tanah Suci Mekkah, supaya benar-benar Istitha’ah (mampu atau kesanggupan) secara kesehatan,” tegas Mochamad Irfan Yusuf.

Ia juga menekankan pentingnya jemaah mengikuti arahan dari ketua kloter, pimpinan regu, maupun pimpinan kelompok selama berada di Tanah Suci demi kenyamanan dan keamanan mereka. Menhaj secara khusus berpesan agar jemaah tidak memaksakan diri, terutama terkait ibadah-ibadah sunah.

“Saya kemarin juga sempat menegur karena ada jemaah yang meninggal usai mengikuti city tour sebelumnya jemaah yang wafat juga selama dua hari berturut-turut umroh juga, Kan itu memang memaksakan diri. Saya harapkan tidak dilakukan oleh jemaah kita yang dari Embarkasi Balikpapan,” ungkapnya.

Terkait fasilitas, Mochamad Irfan Yusuf mengapresiasi kesiapan asrama haji Balikpapan. Ia menyebut terdapat dua tempat akomodasi, yakni hotel dan asrama, yang dinilai sangat layak bagi jemaah. “Alhamdulillah ada dua tempat untuk jemaah haji Balikpapan, pertama hotel yang kedua asrama. Hotelnya bagus dan sangat layak untuk jemaah kita. Sedangkan asrama walaupun tidak sebagus hotel, tapi alhamdulillah lumayan bagus untuk ukuran asrama,” pungkasnya.