Menjelang keberangkatan ke Tanah Suci, calon haji disarankan untuk menjaga kesehatan secara optimal. Dokter dan ahli gizi masyarakat, Dr. dr. Tan Shot Yen, M.Hum, menekankan pentingnya kondisi fisik yang prima agar seluruh rangkaian ibadah haji dapat terlaksana dengan baik.
“Prinsipnya jamaah harus sehat dan jika punya penyakit kronik harus terkontrol,” ujar Dr. Tan saat dihubungi ANTARA pada Rabu, 1 April 2026. Ia menambahkan bahwa kesiapan fisik menjadi krusial mengingat ibadah haji membutuhkan intensitas aktivitas yang tinggi di lingkungan dengan cuaca yang berbeda dari Indonesia.
Pentingnya Pemeriksaan Kesehatan dan Kesiapan Fisik
Lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini juga menyoroti pentingnya calon haji mengikuti seluruh prosedur pemeriksaan kesehatan. Prosedur ini dirancang untuk menilai kemampuan fisik jamaah dalam menjalankan ibadah yang menuntut stamina.
Kesiapan fisik yang matang akan membantu calon haji menghadapi berbagai tantangan selama di Tanah Suci, mulai dari tawaf, sai, hingga wukuf di Arafah. Oleh karena itu, persiapan yang komprehensif sangat dianjurkan.
Pola Makan dan Istirahat yang Cukup
Selain pemeriksaan kesehatan, Dr. Tan juga menyarankan calon haji untuk mengatur pola makan. Ia mengingatkan agar tidak melakukan perubahan pola makan secara drastis menjelang keberangkatan.
“Makan biasa saja, tidak perlu diet ekstrem atau mengikuti tren diet tertentu,” tegasnya. Calon haji juga diimbau untuk menghindari makanan yang berpotensi menimbulkan gangguan pencernaan. Istirahat yang cukup juga menjadi faktor penting untuk menjaga stamina.
“Ibadah itu ada jedanya. Gunakan untuk tidur,” kata dokter yang aktif memberikan edukasi gizi di media sosial ini.
Suplemen dan Konsultasi Dokter
Mengenai konsumsi suplemen vitamin, Dr. Tan menjelaskan bahwa suplemen tidak selalu diperlukan. Ia menyarankan calon haji untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter jika berencana mengonsumsi suplemen vitamin.
Dengan mempersiapkan kondisi fisik, menerapkan pola makan bergizi seimbang, mengatur aktivitas, serta mencukupi istirahat, calon haji diharapkan dapat menunaikan seluruh rangkaian ibadah haji dengan lancar dan terhindar dari masalah kesehatan yang tidak diinginkan.

