Gembira Loka Zoo (GL Zoo) Yogyakarta semakin memantapkan posisinya di kancah internasional dengan menargetkan keanggotaan dalam perhimpunan kebun binatang sedunia, World Association of Zoos and Aquariums (WAZA), pada Oktober 2026. Ambisi ini merupakan kelanjutan dari pengakuan yang telah diraih GL Zoo di tingkat regional Asia Tenggara.
Direktur Utama GL Zoo, KMT A. Tirtodiprojo, yang akrab disapa Joko, mengungkapkan bahwa komitmen terhadap kesejahteraan satwa menjadi landasan utama. Sebelumnya, pada November 2025, GL Zoo telah menerima Certification of Animal Welfare dari Southeast Asian Zoos and Aquariums Association (SEAZA). Sertifikasi bergengsi ini berlaku hingga 18 November 2030, menjadi bukti nyata dedikasi manajemen terhadap standar perawatan satwa.
Penguatan Kesejahteraan Satwa Jadi Prioritas
Joko menegaskan bahwa tahun 2025 dan 2026 merupakan periode penguatan bagi aspek animal welfare di GL Zoo. “Target kami Oktober nanti (2026) adalah bergabung dengan perhimpunan kebun binatang dunia (WAZA). Momentum tahun 2025 dan 2026 adalah tahun penguatan bagi animal welfare,” ujar Joko saat acara Syawalan dan Halalbihalal keluarga besar GL Zoo bersama Wakil Gubernur DIY, Paku Alam X, di Mayang Tirta, Kamis (2/4/2026).
Menurut Joko, kesuksesan GL Zoo saat ini tidak terlepas dari sinergi kuat antara yayasan, manajemen, dan seluruh karyawan. Fokus utama adalah menciptakan harmoni antara kesejahteraan satwa sebagai prioritas utama yang beriringan dengan kesejahteraan karyawan.
Dengan bergabung ke jaringan global WAZA, GL Zoo akan mendapatkan akses luas terhadap:
- Jaringan konservasi internasional.
- Pertukaran pengetahuan dan riset antarnegara.
- Peluang kolaborasi program pelestarian satwa langka lintas negara.
“GL Zoo kini berfungsi sebagai pusat konservasi, edukasi, dan penelitian. Kami menghadirkan koleksi satwa yang ditata secara alami agar pengunjung mendapatkan wawasan tentang pentingnya menjaga ekosistem, bukan sekadar hiburan,” imbuhnya.
Kunjungan Lebaran 2026 Capai 70.000 Wisatawan
Selain fokus pada pengembangan jangka panjang, GL Zoo juga mencatatkan performa gemilang selama masa libur Lebaran 2026. Dalam periode 18-29 Maret 2026, kebun binatang kebanggaan warga Yogyakarta ini berhasil menarik sekitar 70.000 wisatawan.
| Periode | Jumlah Pengunjung |
|---|---|
| Total Libur Lebaran (18-29 Maret 2026) | ± 70.000 orang |
| Rata-rata Harian Pasca-Lebaran | 3.000 orang per hari |
Daya Tarik Baru: African Painted Dog dan Red Fox
Menyambut libur panjang (long weekend) pasca-Paskah pekan ini, GL Zoo menyiapkan koleksi satwa unik untuk memberikan pengalaman baru bagi pengunjung. Satwa terbaru yang menjadi primadona ialah African Painted Dog (Anjing Liar Afrika) dan Red Fox (Rubah Merah).
Berbeda dengan konsep kebun binatang konvensional, satwa-satwa ini ditempatkan dalam habitat yang dirancang menyerupai kondisi alami mereka, tanpa kerangkeng besi yang membatasi pandangan secara kaku. Pendekatan ini diharapkan membuat pengunjung dapat mengamati perilaku alami satwa secara lebih dekat dan edukatif.
“Kami ingin GL Zoo menjadi pengalaman indah bagi konservasi. Pengunjung bisa menikmati perilaku alami binatang secara dekat dalam lingkungan yang asri,” tutup Joko.
