Dinas Sosial (Dinsos) Kota Mataram menyiagakan 65 personel Satuan Tugas (Satgas) untuk memantau dan menertibkan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah/2026. Langkah ini diambil menyusul peningkatan jumlah PMKS yang signifikan akibat tingginya kedermawanan masyarakat selama bulan Ramadhan.
Kepala Dinas Sosial Kota Mataram, Muzakir Walad, pada Selasa (17/3/2026) di Mataram, menjelaskan bahwa lonjakan aktivitas PMKS seperti anak jalanan, gelandangan, pengemis, badut, dan manusia silver, tidak terhindarkan. “Tingginya antusias warga untuk bersedekah secara langsung di pinggir jalan di bulan Ramadhan terutama 10 hari terakhir, menjadi peluang bagi PMKS. Karena itu 65 satgas terus kami siagakan,” ujar Muzakir.
Titik Rawan dan Kekhawatiran Dinsos
Kondisi ini memicu menjamurnya PMKS di sejumlah titik strategis Kota Mataram. Area-area yang menjadi fokus pemantauan meliputi Jalan Langko, Jalan Majapahit, Depan Kantor Camat Ampenan, Kawasan Pagutan, Jalan Panjitilar, dan Jalan Brawijaya. Satgas Dinsos tidak hanya bertugas menertibkan, tetapi juga memberikan edukasi dan pembinaan kepada PMKS serta para dermawan yang memberikan sedekah di jalanan.
Muzakir Walad mengungkapkan kekhawatirannya terhadap dampak fenomena ini. “Yang kami khawatirkan selain mengganggu estetika kota, ketika jumlah sedekah tidak sesuai dengan jumlah PMKS dapat memicu keributan,” katanya.
Edukasi dan Penyaluran Sedekah Tepat Sasaran
Dinsos Kota Mataram terus menyosialisasikan imbauan kepada masyarakat agar menyalurkan sedekah melalui lembaga resmi. Meskipun banyak dermawan mendukung imbauan tersebut, mereka juga mengakui kebutuhan untuk menyalurkan sedekah secara langsung, terutama jika dalam jumlah tidak terlalu besar. Menanggapi hal ini, Dinsos Mataram membuka diri sebagai fasilitator.
“Berapa pun nilainya, tetap kami terima untuk disalurkan kembali secara kolektif melalui lembaga resmi agar bisa lebih tertib dan tepat sasaran,” tegas Muzakir. Melalui langkah ini, diharapkan semangat berbagi di bulan suci tetap terjaga tanpa mengganggu estetika dan ketertiban lalu lintas di Kota Mataram.
Fenomena PMKS dari Luar Kota Menjadi Atensi Serius
Berdasarkan hasil pemantauan dan penertiban menjelang Lebaran, Satgas Dinsos Kota Mataram telah berhasil menertibkan sejumlah pengamen badut dan manusia silver. Mereka diduga terkoordinasi dan banyak yang berasal dari luar Kota Mataram, termasuk dari Pulau Jawa.
Muzakir Walad menyoroti fenomena ini sebagai atensi serius. “Fenomena itu menjadi atensi serius karena komposisinya kini mencapai sekitar 45 persen dari luar kota, sementara sisanya adalah warga lokal,” pungkasnya. Dinsos Mataram berupaya menjaga ketertiban kota dari dampak lonjakan PMKS musiman ini.
