Institut Teknologi Bandung (ITB) kembali menegaskan komitmennya dalam membentuk karakter unggul mahasiswa melalui penyelenggaraan program Character Development Training (CDT) tahap kedua. Kegiatan ini menyasar mahasiswa baru angkatan 2025 dan berfokus pada penanaman tiga nilai utama: Adaptif, Integritas, dan Rendah Hati (AIR).

Diselenggarakan oleh Direktorat Kemahasiswaan (Ditmawa) ITB, CDT tahap kedua ini berlangsung di Kampus ITB Jatinangor pada Minggu, 15 Februari 2026. Program ini merupakan bagian dari rangkaian penyambutan mahasiswa baru yang telah dimulai sejak pertengahan tahun 2025.

Humas CDT ITB 2025, Fitra Aulia Hariafiah, menjelaskan bahwa pemilihan karakter AIR sangat selaras dengan visi ITB. “CDT ITB 2025 diselenggarakan Ditmawa ITB untuk membangun karakter AIR pada mahasiswa angkatan 2025,” ujarnya pada Senin, 16 Februari 2026.

Ketua Panitia CDT ITB 2025, Agung Imansyah, menambahkan bahwa pelatihan ini dirancang secara per kelas, melibatkan 40 panitia inti, 40 panitia lapangan, dan 257 trainee. “Kami berharap bisa menanamkan pengalaman kakak tingkat sebelumnya dan nilai-nilai sebagai modal menghadapi perkuliahan hingga lulus nanti,” terang Agung.

Rangkaian Pelatihan Komprehensif

Kepala Seksi Pendidikan Karakter Mahasiswa ITB, Nannan Hendayana, memaparkan bahwa rangkaian CDT dimulai dengan Training for Trainers (TFT) yang dilaksanakan selama tiga hari, dilanjutkan dengan CDT Tahap 1 pada 23 Agustus 2025 di semester ganjil. Program ini melibatkan mahasiswa baru, alumni, dan dosen dalam diskusi perencanaan kegiatan Ditmawa.

“Terkhusus di CDT, kami fokus pada adaptif. Mudah-mudahan ke depannya lulusan ITB dapat beradaptasi dan berintegritas di manapun mereka bekerja,” tandas Nannan.

Sementara itu, Kasubdit Pengembangan Karakter Mahasiswa ITB, Pipit Fitriani, menjelaskan bahwa pada tahap pertama, para trainer berfokus pada perubahan pandangan mahasiswa baru dalam masa transisi dari sekolah ke perkuliahan. Hal ini dilakukan melalui diskusi yang memberikan pengalaman dan pengetahuan untuk identifikasi serta pemecahan masalah. Puncak kegiatan ini adalah CDT Tahap 2 yang juga disertai dengan CDT Carnival sebagai momen transisi.

Perhatian Serius pada Kesehatan Mental Mahasiswa

Menanggapi maraknya isu kesehatan mental di kalangan mahasiswa, pihak penyelenggara menegaskan komitmen ITB dalam menangani masalah ini. CDT disebut sebagai salah satu dari berbagai kegiatan pencegahan yang dilakukan ITB.

“Mahasiswa harus mengikuti kegiatan asesmen kesehatan mental sebagai upaya preventif. Kami juga memberikan psikoedukasi untuk mahasiswa dan orang tua sebagai bekal menghadapi masalah terkait mental,” imbuh Pipit.

Pipit lebih lanjut menyampaikan bahwa masalah mental menjadi fokus serius. ITB membekali para trainer agar dapat memperhatikan dan memantau mahasiswa baru selama masa perkuliahan mereka. Dengan pendekatan komprehensif yang menggabungkan pelatihan karakter, diskusi intensif, dan perhatian pada kesehatan mental, ITB berharap dapat mencetak lulusan yang berkualitas.

“Kami berharap mahasiswa angkatan 2025 dapat tumbuh menjadi lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan siap menghadapi tantangan di dunia kerja maupun masyarakat,” pungkas Pipit.