Cebu, Filipina – Mobil kepresidenan Maung Garuda, kendaraan taktis rancangan dan rakitan PT Pindad, berhasil menarik perhatian di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Ke-48 ASEAN yang berlangsung di Cebu, Filipina, pada 6-8 Mei 2026. Kehadiran kendaraan buatan dalam negeri ini menjadi ajang unjuk diri industri pertahanan Indonesia di kancah internasional.
Sekretariat Presiden mengungkap cerita di balik pemboyongan Maung Garuda hingga tiba di lokasi KTT. “Mobil kepresidenan karya anak bangsa produksi PT Pindad itu telah lebih dahulu tiba di Cebu pada 4 Mei 2026. Dari dalam lambung pesawat Airbus A400M TNI AU, Maung MV3 Garuda Limousine dibawa langsung dari Indonesia untuk mendampingi mobilitas Presiden Prabowo selama agenda kenegaraan berlangsung,” demikian siaran resmi Sekretariat Presiden RI yang dikonfirmasi di Jakarta, Senin (11/5).
Setibanya Presiden Prabowo Subianto di Cebu pada 7 Mei, Maung Garuda telah siap mengantarkan Presiden ke berbagai rangkaian acara KTT Ke-48 ASEAN dan pertemuan terkait. Pilihan Presiden Prabowo menggunakan kendaraan produksi nasional ini pun mencuri perhatian sejumlah delegasi negara-negara anggota ASEAN.
“Bukan kendaraan impor ataupun mobil kenegaraan asing, Presiden Prabowo memilih menggunakan kendaraan produksi nasional sebagai representasi kemampuan industri strategis Indonesia di panggung dunia,” tegas Sekretariat Presiden RI dalam siaran resmi yang sama.
Maung MV3 Garuda Limousine sendiri merupakan varian teranyar dari keluarga Maung yang diproduksi PT Pindad. Kendaraan taktis ini memiliki desain eksklusif dengan dominasi warna putih pada tampilan luarnya. Dirancang khusus sebagai kendaraan resmi Presiden dan Wakil Presiden RI, Maung Garuda memenuhi standar tertinggi untuk keamanan, kenyamanan, dan performa.
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa keputusan menerbangkan Maung Garuda ke Cebu merupakan simbol kemandirian dan kepercayaan diri bangsa terhadap industri strategis dalam negeri. “Penggunaan Maung di forum internasional ini bukan sekadar alat transportasi, melainkan sebagai simbol kemandirian, kepercayaan diri bangsa, dan kemajuan industri nasional Indonesia. Maung menjadi simbol diplomasi. Dari dalam negeri, untuk Indonesia, hadir di panggung dunia,” kata Seskab Teddy.
Lebih lanjut, perjalanan memboyong Maung dari Jakarta hingga mendarat di Cebu juga menjadi cerminan kesiapan Indonesia dalam menampilkan produk strategis nasionalnya di forum global. “Kehadiran kendaraan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa karya industri pertahanan Indonesia mampu berdiri sejajar dan dipercaya mendukung agenda kenegaraan di forum tertinggi kawasan Asia Tenggara,” imbuh Sekretariat Presiden.
Setelah seluruh rangkaian KTT Ke-48 ASEAN berakhir pada Jumat (8/5) malam, Presiden Prabowo bertolak dari Cebu menuju Pulau Miangas, Sulawesi Utara, pada Sabtu (9/5) pagi. Sementara itu, mobil kepresidenan Maung Garuda juga diterbangkan kembali pulang ke Indonesia menggunakan pesawat TNI AU A400M yang sama.
