Pemerintah Kota Surabaya meluncurkan Sistem Aplikasi Sewa Aset Surabaya (SASETBOYO), sebuah platform digital inovatif yang dirancang untuk mengoptimalkan pemanfaatan aset daerah yang selama ini belum produktif. Inisiatif ini diharapkan mampu mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta meningkatkan transparansi dalam pengelolaan aset.

Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Surabaya memperkenalkan SASETBOYO pada Selasa (10/3/2026). Aplikasi ini dapat diakses melalui laman resmi https://sasetboyo.surabaya.go.id, menjadi bagian dari upaya Pemkot Surabaya dalam mengembangkan inovasi digital untuk tata kelola aset.

SASETBOYO Tingkatkan Transparansi dan Akuntabilitas Aset Daerah

Kepala BPKAD Surabaya, Wiwiek Widayati, menyatakan bahwa kehadiran SASETBOYO diharapkan mampu meningkatkan transparansi sekaligus memperkuat tata kelola Barang Milik Daerah (BMD) agar lebih akuntabel dan efektif. Ia menekankan pentingnya keterbukaan informasi bagi masyarakat dan calon investor.

“Melalui platform ini, masyarakat maupun calon investor dapat mengetahui berbagai aset milik Pemkot Surabaya yang berpotensi untuk dikerjasamakan. Seluruh informasi disajikan secara terbuka sehingga proses pemanfaatan aset dapat berjalan lebih transparan dan sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Wiwiek pada Selasa (10/3/2026).

Wiwiek menjelaskan, aplikasi ini tidak hanya berfungsi sebagai penyedia informasi, tetapi juga menjadi instrumen untuk mempercepat proses kerja sama pemanfaatan aset daerah. Dengan sistem yang terintegrasi, calon mitra dapat mengetahui potensi aset yang tersedia sekaligus mengikuti proses pengajuan kerja sama secara lebih mudah.

Optimalkan Aset Idle, Dorong Kolaborasi Dunia Usaha

Digitalisasi pengelolaan aset melalui SASETBOYO juga diharapkan mampu mendukung optimalisasi pemanfaatan aset milik pemerintah daerah yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal. Hal ini membuka peluang baru bagi kolaborasi dengan berbagai pihak.

“Harapannya, SASETBOYO dapat membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dengan dunia usaha sekaligus mengoptimalkan aset daerah yang selama ini belum termanfaatkan secara maksimal,” jelas Wiwiek.

Melalui sistem ini, Pemkot Surabaya berupaya meminimalkan keberadaan aset yang masih belum digunakan (idle) sehingga dapat dimanfaatkan secara produktif dan memberikan nilai tambah bagi pembangunan kota. Pemanfaatan aset secara optimal menjadi kunci peningkatan pendapatan daerah.

Wiwiek menambahkan, “Dengan sistem digital ini, kami ingin memastikan aset daerah dapat dimanfaatkan secara lebih optimal, tertib administrasi, dan pada akhirnya mampu memberikan kontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah.”