Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) pada Minggu (1/3) mengonfirmasi bahwa tujuh komandan militer senior Iran tewas dalam serangan gabungan yang dilancarkan oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel. Pernyataan ini muncul menyusul serangkaian serangan udara yang menargetkan wilayah Iran pada Sabtu (28/2).

Kantor berita Iran, Tasnim, melaporkan bahwa salah satu insiden paling mematikan terjadi di Kota Minab, Hormozgan, Iran. Sebuah sekolah dasar putri menjadi sasaran serangan udara, mengakibatkan 148 orang tewas dan 95 orang luka-luka. Tim penyelamat dan warga setempat berupaya mengevakuasi korban dari reruntuhan bangunan tersebut.

IRGC mengeluarkan pernyataan resmi yang dikutip oleh kantor berita IRNA, menyampaikan duka cita mendalam. “Bangsa Iran menyampaikan belasungkawa … atas wafatnya sekelompok komandan angkatan bersenjata Iran yang tercinta dan pemberani yang tewas dalam serangan brutal oleh rezim kriminal Amerika Serikat dan Israel,” demikian bunyi pernyataan IRGC.

Pihak IRGC secara spesifik memastikan bahwa tujuh personel berpangkat tinggi telah gugur dalam insiden tersebut. Serangan pada Sabtu itu dilaporkan menargetkan berbagai lokasi di dalam wilayah Iran, termasuk ibu kota Teheran, menyebabkan kerusakan signifikan dan jatuhnya korban sipil.

Sebagai respons, Iran segera melancarkan serangan rudal balasan. Target serangan rudal Iran mencakup wilayah Israel dan beberapa fasilitas militer AS yang berada di kawasan Timur Tengah. Eskalasi ini menandai peningkatan ketegangan yang signifikan di wilayah tersebut.

sumber gambar: ANTARA FOTO/Xinhua/Mehr News Agency