Presenter kondang Irfan Hakim akhirnya buka suara menanggapi gelombang hujatan warganet yang dialamatkan kepadanya. Hujatan tersebut muncul setelah pernyataannya dalam sebuah acara televisi dianggap membela Denada terkait kasus pengakuan anak Ressa Rizky Rosano.

Irfan Hakim Klarifikasi Isu Pembelaan Terhadap Denada

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, @irfanhakim75, Irfan Hakim menegaskan adanya kesalahpahaman publik akibat penyuntingan video yang tidak utuh atau yang ia sebut sebagai framing. Ia menjelaskan bahwa rekaman video yang menjadi pemicu kontroversi tersebut diambil pada 20 Januari 2026.

Tanggal pengambilan video itu, menurut Irfan, adalah sekitar satu minggu sebelum podcast Denny Sumargo (Densu) yang menghadirkan Ressa Rizky tayang. “Di tanggal 20 Januari belum ada statement jelas dari kedua belah pihak. Ada statement dari pihak Ressa, tapi belum sepanjang yang ada di Densu,” jelas Irfan.

Sebelumnya, Irfan Hakim menuai kritikan tajam setelah pertanyaannya kepada Hotman Paris dalam acara FYP Trans 7 beredar luas. Pertanyaan tersebut menyoroti kasus Ressa Rizky yang mengaku sebagai anak kandung Denada dan merasa ditelantarkan, kini menuntut pertanggungjawaban serta pengakuan.

Dalam acara tersebut, Irfan bertanya, “Sudah 24 tahun kan hitungannya bukan anak lagi, dewasa. Ketika anak-anak kenapa tidak diungkapnya dulu, kenapa baru sekarang?” Pertanyaan ini kemudian dianggap warganet memihak Denada dan terkesan menormalisasi persoalan yang tengah menjadi sorotan publik.

Penyuntingan Video dan Posisi Netral Irfan Hakim

Irfan menyayangkan adanya pihak yang sengaja menggabungkan potongan videonya dengan konten podcast Densu. Hal ini, menurutnya, menciptakan kesan bahwa ia sedang menyudutkan salah satu pihak. “Podcast Densu panjang lebar soal kronologinya. Tapi dibalik sama seseorang, enggak tahu siapa, kesannya gue berkomentar soal Ressa terus gue menyangsikan, seolah gue ada di salah satu pihak,” ungkapnya.

Sebagai seorang ayah dan anak, Irfan Hakim menegaskan posisinya yang netral dan tidak berniat membela siapa pun dalam kasus ini. Ia juga menyampaikan permintaan maaf jika pernyataannya dianggap mengecewakan publik.

“Terima kasih hujatannya, terima kasih tuduhannya, terima kasih kata kasarnya. Bukan cuma ke saya, tapi juga ke anak-anak saya, istri saya, dan keluarga saya,” ucap Irfan dengan nada prihatin.

Ia menambahkan, “Kalau statement saya dianggap mengecewakan, saya mohon maaf. Saya jarang bikin video klarifikasi seperti ini, tapi sekarang saya harus buat supaya tidak jadi fitnah ke saya.”