Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan performa impresif pada perdagangan sesi pertama hari ini, Rabu (25/3/2026). Melanjutkan momentum pemulihan, indeks kebanggaan Bursa Efek Indonesia (BEI) tersebut sukses bertengger di level 7.212,95 atau naik 1,49 persen.

Pergerakan IHSG sempat berfluktuasi di awal sesi, menyentuh level terendah hariannya di angka 7.057,22 sesaat setelah pasar dibuka. Namun, derasnya arus modal masuk dan aksi borong saham oleh investor berhasil membalikkan arah indeks secara tajam, mendorongnya ke zona hijau.

IHSG Bangkit dari Tren Penurunan Panjang

Kenaikan ini menjadi angin segar setelah indeks sempat terperosok ke titik terendahnya (support terdekat) di level 6.917,322 dalam siklus tren turun panjang. Sebelumnya, IHSG mencatat rekor puncaknya di atas 9.100, sebelum mengalami koreksi signifikan.

Penguatan signifikan IHSG ini mendapat bahan bakar utama dari meroketnya deretan saham-saham berkapitalisasi besar dan paling likuid di bursa atau yang dikenal sebagai blue chip. Hal tersebut tercermin kuat dari kinerja Indeks LQ45 yang mencetak kenaikan fantastis sebesar 1,60 persen, menuju level 733,99.

Investor Diimbau Cermat di Tengah Rebound Pasar

Pelaku pasar diharapkan tetap cermat dalam memilih saham (stock picking) dengan fundamental kuat, serta tidak terburu-buru melakukan aksi beli secara masif (fomo). Imbauan ini penting mengingat tren jangka menengah masih membayangi pergerakan pasar.

Pemantauan terhadap sentimen global dan rilis data ekonomi makro domestik ke depan akan menjadi kunci konfirmasi. Hal ini akan menentukan apakah rebound IHSG kali ini bersifat sementara, atau menjadi titik balik pemulihan indeks di tahun 2026.