Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali pekan ini dengan kinerja yang sangat tertekan. Pada perdagangan Senin, 30 Maret 2026, IHSG terpantau anjlok parah lebih dari 2 persen dan terpaksa meninggalkan level psikologis 7.000.

Berdasarkan data perdagangan pada pukul 09.37 WIB, indeks sempat menyentuh level 6.947,25. Padahal, pada awal pembukaan sesi, IHSG sempat berada di level 7.097,07 dan menyentuh titik tertingginya secara singkat di 7.097,08 sebelum akhirnya dihantam aksi jual masif.

Tekanan Jual Dominasi Pasar

Gugurnya IHSG pada sesi pagi ini tak lepas dari rontoknya mayoritas saham di bursa. Sentimen negatif tampak mendominasi dengan catatan 477 saham bergerak di zona merah. Angka ini berbanding sangat jauh dengan hanya 148 saham yang mampu bertahan di zona hijau.

Sementara itu, 110 saham terpantau berjalan di tempat atau stagnan, dan 183 saham lainnya belum mencatatkan transaksi berarti. Dari sisi likuiditas, total volume perdagangan hingga berita ini diturunkan telah mencapai 57,51 juta lembar saham. Adapun total nilai transaksi (turnover) tercatat cukup deras mengalir keluar, yakni menyentuh angka Rp3,27 triliun di awal sesi.

Grafik Menunjukkan Penurunan Ekstrem

Grafik pergerakan intraday menunjukkan pola penurunan (downtrend) vertikal yang sangat ekstrem. Terlihat “tebing merah” yang curam langsung terbentuk tak lama setelah bursa dibuka, mengindikasikan adanya tekanan jual (selling pressure) yang sangat tinggi dari para pelaku pasar pada perdagangan awal pekan ini.

Sentimen negatif global, termasuk kekhawatiran akan konflik di Timur Tengah, diduga turut menghantui investor dan memperparah tekanan jual di pasar modal domestik.