Batam, Kepulauan Riau, pada Minggu (3/5/2026) diprakirakan didominasi kondisi berawan hingga hujan dengan intensitas ringan sampai sedang. Kondisi ini dipicu oleh tingginya kelembapan udara serta atmosfer yang labil, menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat pesisir, khususnya nelayan di Tanjung Riau.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat, suhu udara di Batam hari ini berkisar antara 26 hingga 31 derajat Celsius. Kelembapan relatif mencapai 70–90 persen, sebuah kombinasi yang mendukung pertumbuhan awan konvektif, terutama pada siang hingga sore hari.
Kondisi Atmosfer Labil, Hujan Potensial
Prakirawan dari Stasiun Meteorologi Bandara Hang Nadim menjelaskan bahwa dinamika atmosfer saat ini cukup signifikan. Pemanasan sejak pagi hari meningkatkan penguapan yang berujung pada pembentukan awan hujan dalam waktu singkat.
“Kondisi atmosfer di wilayah Batam cukup labil dengan kelembapan tinggi, sehingga berpotensi terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang, khususnya pada siang hingga sore hari,” kata prakirawan tersebut, Minggu (3/5/2026).
Secara rinci, pagi hari diprakirakan berawan dengan suhu 26–28 derajat Celsius. Memasuki siang, suhu meningkat hingga sekitar 30–31 derajat Celsius disertai peluang hujan di sejumlah wilayah. Hujan masih berpotensi berlanjut pada sore hari sebelum kondisi kembali berawan pada malam hari dengan suhu 26–27 derajat Celsius. Sementara itu, angin bertiup relatif lemah dengan kecepatan 1–10 kilometer per jam.
Nelayan Keluhkan Cuaca Sulit Diprediksi
Perubahan cuaca yang cepat ini mulai dirasakan dampaknya oleh masyarakat pesisir. Nelayan di kawasan Tanjung Riau mengaku harus lebih berhati-hati dalam menentukan waktu melaut.
Rahmat, 45, seorang nelayan setempat, mengungkapkan kesulitan dalam memprediksi cuaca. “Pagi masih terang, siang tiba-tiba hujan. Jadi kami harus sering lihat kondisi langit sebelum melaut,” ujarnya.
Ia menambahkan, kondisi tersebut turut memengaruhi hasil tangkapan ikan. “Kalau hujan terus atau angin berubah-ubah, hasil tangkapan juga berkurang,” keluhnya.
Keluhan serupa disampaikan Sulaiman, 52, nelayan lainnya di kawasan yang sama. Ia mengaku mengurangi aktivitas melaut demi menghindari risiko cuaca buruk. “Kalau sudah mendung tebal, kami biasanya tidak melaut jauh. Takut hujan deras atau angin kencang datang tiba-tiba,” tuturnya.
Meskipun demikian, para nelayan mengaku tetap memanfaatkan informasi prakiraan cuaca dari BMKG sebagai acuan sebelum melaut, meskipun kondisi di lapangan kerap berubah dengan cepat.
BMKG Imbau Masyarakat Tetap Waspada
BMKG mengimbau masyarakat, termasuk nelayan, untuk terus waspada terhadap potensi perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu, terutama pada periode siang hingga sore hari. Warga juga disarankan untuk rutin memantau informasi cuaca terbaru guna mengantisipasi dampak yang mungkin ditimbulkan.
Dengan kondisi atmosfer yang masih labil, potensi hujan di wilayah Batam diperkirakan masih akan terjadi dalam beberapa waktu ke depan.
