Pihak berhasil mengungkap identitas dan menangkap pemeran yang menampilkan hubungan terlarang antara ibu tiri dan anak tiri, yang sempat viral di berbagai platform media sosial pada akhir tahun lalu. Pasangan berinisial R dan S, yang sebelumnya disebut-sebut sebagai petani sawit biasa, ternyata memiliki gaya hidup yang jauh berbeda dari dugaan awal, dengan kepemilikan barang-barang mewah.

Penangkapan terhadap R (ibu tiri) dan S (anak tiri) dilakukan di sebuah lokasi di Palembang, Sumatera Selatan, setelah penyelidikan intensif oleh aparat. Video yang meresahkan masyarakat tersebut diketahui telah tersebar luas dan memicu berbagai reaksi negatif, mendorong kepolisian untuk bertindak cepat.

Bukan Petani Sawit Biasa, Miliki Barang Mewah

Fakta mengejutkan terungkap saat polisi mendalami latar belakang kedua pelaku. Berbeda dengan narasi awal yang beredar di media sosial, R dan S bukanlah petani sawit dengan penghasilan pas-pasan. “Dari hasil pemeriksaan awal, kami menemukan bahwa kedua pelaku memiliki sejumlah barang mewah, seperti jam tangan mahal dan ponsel premium, yang tidak sesuai dengan profesi petani sawit biasa,” ujar seorang sumber kepolisian yang enggan disebutkan namanya, Selasa (14/4/2026).

Indikasi gaya hidup mewah ini memunculkan dugaan bahwa motif di balik pembuatan dan penyebaran video tersebut kemungkinan besar adalah faktor ekonomi. Polisi menduga video tersebut dibuat untuk diperjualbelikan atau mendapatkan keuntungan finansial melalui platform tertentu.

Jeratan Hukum dan Penyelidikan Lanjutan

Kedua pelaku kini telah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) serta Undang-Undang Pornografi. Ancaman hukuman berat menanti mereka atas perbuatan yang melanggar norma kesusilaan dan hukum ini.

Penyelidikan lebih lanjut masih terus dilakukan untuk mengungkap jaringan penyebaran video tersebut, termasuk mencari tahu apakah ada pihak lain yang terlibat dalam produksi atau distribusi konten asusila ini. Polisi juga mendalami kemungkinan adanya korban lain atau video serupa yang pernah dibuat oleh pasangan tersebut.