Tim Aprilia Racing datang ke seri kedua MotoGP 2026 di Brasil dengan status unggulan setelah tampil dominan pada balapan pembuka musim. Namun, pembalap andalan mereka, Jorge Martin, mengingatkan bahwa tantangan besar tetap mengintai di sirkuit baru yang belum pernah dijajal sebelumnya.
MotoGP Brasil 2026 dijadwalkan berlangsung di Autódromo Internacional Ayrton Senna, Goiania, pada 20–22 Maret. Balapan ini menandai kembalinya kelas premier ke negara tersebut setelah absen sejak 2004.
Modal Kuat dari Seri Pembuka Thailand
Aprilia menunjukkan performa impresif pada seri perdana di Thailand Grand Prix. Pembalap Marco Bezzecchi berhasil meraih kemenangan di balapan utama, sekaligus melanjutkan tren positif tim asal Italia tersebut.
Bezzecchi bahkan mencatatkan rekor sebagai pembalap Aprilia pertama yang meraih tiga kemenangan beruntun, setelah sebelumnya juga menjuarai seri Portugal dan Valencia pada akhir musim lalu. Performa kuat ini menempatkan Aprilia sebagai salah satu kandidat utama untuk kembali meraih hasil maksimal di Brasil.
Peringatan Jorge Martin soal Sirkuit Baru
Meski diunggulkan, Jorge Martin menegaskan bahwa balapan di Goiania tidak akan mudah. Ia menyoroti pentingnya kehati-hatian dalam menentukan setelan motor, terutama karena karakter sirkuit yang belum dikenal oleh tim.
“Kami harus sangat berhati-hati dalam memberikan feedback. Sirkuit baru selalu menuntut banyak penyesuaian,” ujar Martin. Menurutnya, banyak aspek teknis yang harus segera dipahami oleh tim, mulai dari tingkat cengkeraman (grip) lintasan hingga keseimbangan motor di tikungan yang didominasi arah kanan.
Selain karakter lintasan, faktor ban juga diprediksi memainkan peran penting. Michelin akan membawa opsi ban yang lebih luas, termasuk spesifikasi ban belakang dengan casing lebih kaku seperti yang digunakan di Thailand. Aprilia dinilai mampu memaksimalkan karakter ban tersebut pada seri sebelumnya, yang menjadi salah satu kunci performa mereka. Namun, Martin mengingatkan bahwa kesalahan kecil dalam set-up bisa berdampak besar di lintasan baru seperti Goiania.
Motivasi Tinggi di Kubu Aprilia
Marco Bezzecchi menyatakan bahwa timnya datang ke Brasil dengan motivasi tinggi untuk melanjutkan tren positif. “Saya sangat antusias balapan di Brasil dan mencoba sirkuit baru. Kami ingin menjalani akhir pekan yang solid,” ujarnya.
Meski demikian, Bezzecchi tetap mewaspadai persaingan ketat dari rival, terutama Pedro Acosta dari KTM yang saat ini memimpin klasemen sementara. Dengan minimnya data dan kondisi lintasan yang baru, peluang kemenangan terbuka lebar bagi banyak pembalap. Faktor adaptasi cepat, strategi tim, serta pemilihan ban akan menjadi penentu utama hasil balapan.
Aprilia memang diunggulkan, namun peringatan dari Jorge Martin menunjukkan bahwa dominasi tidak akan datang dengan mudah di MotoGP Brasil 2026.
