Ibu dari Lexi Valleno Havlenda, adik kandung penyanyi Keisya Levronka, menuntut pertanggungjawaban dari pihak Universitas Tarumanagara (Untar) Jakarta Barat. Tuntutan ini muncul setelah putranya mengalami insiden serius, jatuh dari lantai 6 gedung kampus pada April 2023, yang menyebabkan dampak kesehatan permanen.

Kekecewaan keluarga memuncak lantaran pihak kampus dinilai mengabaikan masalah tersebut selama dua tahun. Levi Havron, ibunda Lexi, mengungkapkan kronologi dan keluhannya melalui akun Instagram pribadinya @levihavron pada 30 Januari 2026.

Kronologi Insiden dan Penanganan Awal yang Disorot

Dalam unggahannya, Levi Havron menjelaskan bahwa putranya, Lexi Valleno Havlenda, yang merupakan mahasiswa hukum angkatan 2023 di Untar, mengikuti kegiatan latihan Caving. Kegiatan ini diselenggarakan oleh organisasi mahasiswa hukum pecinta alam yang berada di bawah naungan kampus.

“Anak saya adl salah satu mahasiswa hukum salah satu kampus yg ada di Grogol – Jkt Barat angkatan 2023, bernama Lexi Valleno Havlenda. Salah satu anggota organisasi Mahasiswa Hukum Pecinta Alam dimang organisasi tsb dlm naungan kampus,” tulis Levi Havron.

Insiden nahas itu terjadi pada April 2023 di gedung kampus. Lexi terjatuh dari lantai 6 karena pengaitnya terlepas. Yang lebih disayangkan oleh Levi adalah proses penanganan awal pascakejadian yang dinilai tidak sesuai prosedur medis darurat.

“Singkatnya pd bln April 2023 ananda tersebut mengikuti kegiatan latihan Caving, dan kegiatan tsb dilakukan di gedung kampus. Dan singkat cerita pd hari itu jg ananda terjatuh dr It 6 gedung kampus dikarenakan pengaitnya terlepas,” lanjutnya.

Levi Havron mengungkapkan kekecewaannya terhadap penanganan yang dilakukan pihak kampus. “Dan langsung dilarikan ke RS terdekat yg masih 1 yavaysan dan kampus. Shock setelah dengar cerita bahwa ternyata utk penanganan pertamanya saja sdh salah,” ujarnya.

Ia mempertanyakan keputusan untuk tidak memanggil ambulans dan justru menggunakan taksi online. “Bayangkan anak saya yg jatuh dr It 6 gedung kampus dibopong lalu didudukkan di kursi roda dan didorong ke kendaraan (taxi online) dan ditidurkan Ig di taxi online. Pertanyaannya adl kenapa tdk panggil ambulance sedangkan panggil taxi online pun sama2 butuh waktu utk menunggu. Dan kenapa anak saya diangkat dan didudukkan, yg mungkin jika itu tdk dilakukan cederanya tdk fatal spt ini,” tegas Levi.

Dampak Kesehatan Permanen dan Tuntutan Tanggung Jawab

Akibat insiden tersebut, Lexi Valleno mengalami cedera berat yang berdampak panjang. Beberapa cedera serius yang dideritanya meliputi tulang ekor remuk hingga harus dipasangi pen, trauma ginjal yang sempat bergeser dan tidak berfungsi, paru-paru terendam cairan darah, serta sobekan pada organ hati. Hingga kini, Lexi masih harus menjalani kontrol rutin ke beberapa spesialis dan terapi saraf.

Keluarga Keisya Levronka telah berupaya meminta pertanggungjawaban dari pihak terkait, namun respons yang didapatkan dinilai tidak jelas. Levi Havron menyebut semua pihak sibuk saling melempar janji tak pasti.

“Lalu siapa yg bertanggung jwb? Yah tdk ada. Saling lempar dan janji2 tak pasti. Bahkan sampai saat ini dan entah sampai kapan anak sava masih hrs kontrol beberapa spesialist, terapy syaraf dan obat jalan,” ungkapnya.

Levi juga menambahkan bahwa dua kali pertemuan dengan pihak kampus tidak membuahkan hasil. “Sementara dr pihak kampus or organisasi tak ada kejelasan. Dan 2 kali pertemuan dgn pihak kampuspun tak ada hasil. Berkali2 saya coba hub pihak2 terkait tp sampai hari ini tdk ada respon,” keluhnya.

Melalui unggahannya, Levi Havron secara terbuka meminta pendapat publik dan bantuan untuk menandai akun media sosial pihak-pihak terkait di kampus. “Menurut kalian……..Siapa yg bertanggung jawab jika anak kita jatuh di area kampus, pada saat melakukan kegiatan yg dinaungi oleh kampus?????? Apakah salah kalau saya meminta pertanggung jawaban kepada pihak kampus dan organisasinya?????” tulisnya.

“Menurut kalian?????? Untuk kalian yg tau akun sosial media pihak organisai, yayasan kampus, dosen, dekan, rektor, atau siapapun di pihak kampus tsb boleh bantu mention mereka sba pengingat. Terima kasih,” tutup Levi Havron, berharap ada kejelasan dan keadilan bagi putranya.