Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memulai panen perdana benih penjenis varietas padi unggul di Subang, Jawa Barat, pada Kamis (30/4/2026). Padi ini merupakan hasil mutasi iradiasi teknologi nuklir yang diklaim mampu mempercepat terwujudnya swasembada pangan nasional, sejalan dengan program prioritas Presiden Prabowo Subianto.
Kepala BRIN, Arif Satria, menegaskan bahwa pemanfaatan radiasi sinar gamma pada benih padi menjadi kontribusi konkret Indonesia dalam menghadapi ancaman krisis pangan global. Teknologi ini, menurutnya, efektif memperbaiki karakter tanaman tanpa melibatkan gen asing atau non-GMO.
Inovasi Nuklir untuk Ketahanan Pangan
“Apa yang kita panen hari ini adalah instrumen kunci untuk mewujudkan target swasembada pangan Presiden Prabowo. Dengan varietas unggul hasil iradiasi, kita bisa meningkatkan indeks pertanaman dan hasil per hektare secara signifikan,” ujar Arif Satria pada Kamis (30/4).
Ia menjelaskan, teknologi iradiasi nuklir mampu memperpendek umur panen padi dan memperkokoh batang tanaman. Karakteristik ini sangat penting untuk meningkatkan produktivitas dan ketahanan tanaman terhadap berbagai kondisi lingkungan.
Direktur Pemanfaatan Riset dan Inovasi pada Industri BRIN, Dr. Mulyadi Sinung Harjono, menambahkan bahwa fokus utama kegiatan di Subang adalah perbanyakan benih penjenis berlabel kuning. Benih ini memiliki kemurnian genetik yang mendekati 100 persen.
Proses dan Hilirisasi Benih Unggul
Benih penjenis tersebut nantinya akan didistribusikan secara berjenjang untuk memenuhi kebutuhan lahan pertanian seluas ribuan hektare. Tim peneliti dari Pusat Riset Tanaman Pangan BRIN melakukan pengawasan ketat selama proses produksi, termasuk tahap roguing atau pembersihan tanaman yang menyimpang, guna menjaga kemurnian genetik benih.
BRIN juga menggandeng pihak swasta dalam hilirisasi teknologi ini. Kemitraan strategis terjalin dengan CV Fiona Benih Mandiri dan PT Sipetapa melalui skema lisensi Perlindungan Varietas Tanaman (PVT). Kolaborasi ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem perbenihan nasional yang lebih sehat.
Melalui upaya ini, BRIN berharap benih unggul berteknologi tinggi dapat segera diakses oleh para petani di seluruh Indonesia. Tujuannya adalah untuk mencapai kedaulatan pangan yang berkelanjutan dan memperkuat ketahanan pangan nasional.
