Penyerang andalan Bayern Munchen, Harry Kane, kembali menunjukkan ketajamannya dengan mencetak dua gol krusial yang mengantar timnya melaju ke babak perempat final Liga Champions. Dalam laga leg kedua babak 16 besar melawan Atalanta di Allianz Arena pada Kamis (19/3/2026), Bayern Munchen berhasil meraih kemenangan telak 4-1, mengunci agregat 10-2 atas wakil Italia tersebut.

Dua gol tersebut tidak hanya memastikan langkah Bayern, tetapi juga menjadi tonggak sejarah baru bagi Kane. Penyerang internasional Inggris itu kini telah mengoleksi 50 gol di kompetisi antarklub paling prestisius di Eropa, sebuah pencapaian yang menempatkannya sejajar dengan legenda Ruud van Nistelrooy.

Rekor Gol Fantastis Harry Kane

Dengan 50 gol dari 66 penampilan di Liga Champions, Harry Kane membuktikan dirinya sebagai salah satu striker paling mematikan di generasinya. Meskipun Erling Haaland mencapai angka tersebut lebih cepat, rekor Kane tetap mengesankan dan memperkuat reputasinya di kancah Eropa.

Sejak bergabung dengan Bayern Munchen pada awal musim 2023-2024, Kane telah mencetak 29 gol dalam 34 pertandingan Liga Champions, menjadikannya pemain tersubur di kompetisi ini dalam periode tersebut. Statistik juga menunjukkan dominasinya di fase gugur, dengan torehan 11 gol dan 2 assist dari 19 penampilan.

Detail Gol Kontroversial dan Aksi Individu

Gol pertama Kane tercipta pada menit ke-25 melalui titik penalti. Wasit menunjuk titik putih setelah meninjau handball Giorgio Scalvini melalui VAR. Tendangan penalti Kane sempat ditepis oleh kiper Marco Sportiello, namun wasit memutuskan untuk mengulang tendangan karena Sportiello dianggap bergerak sebelum bola ditendang. Pada kesempatan kedua, Kane tidak menyia-nyiakannya untuk membuka keunggulan.

Gol keduanya lahir di awal babak kedua melalui aksi individu brilian. Kane berhasil mengelabui beberapa pemain bertahan Atalanta di dalam kotak penalti sebelum melepaskan tembakan keras yang bersarang di sudut gawang, menggandakan keunggulan Bayern.

Dominasi Bayern Munchen dan Tantangan Real Madrid

Kemenangan agregat 10-2 atas Atalanta menandai kekalahan terbesar yang pernah dialami tim Italia dalam dua leg kompetisi Eropa. Ini sekaligus menegaskan dominasi luar biasa dari skuad asuhan Vincent Kompany. Bayern Munchen kini tercatat sebagai tim pertama yang berhasil mencetak lebih dari 10 gol dalam satu babak gugur dua leg sebanyak tiga kali di Liga Champions.

Di babak perempat final, Bayern Munchen akan menghadapi lawan berat, Real Madrid. Meski demikian, Harry Kane menyatakan keyakinannya bahwa timnya tidak gentar. “Real Madrid selalu menjadi lawan yang berbahaya, tetapi kami tidak takut pada siapapun,” ujar Kane. “Ini akan menjadi pertandingan yang menarik bagi semua orang – saya menantikannya.”

Perjalanan Impresif di Musim Ini

Perjalanan Harry Kane di Liga Champions musim ini patut mendapat apresiasi tinggi. Sejak kepindahannya yang memecahkan rekor ke Bayern Munchen pada tahun 2023, ia langsung memberikan dampak signifikan. Bayern Munchen sendiri menunjukkan performa impresif sepanjang musim, termasuk kemenangan telak 6-1 atas Atalanta pada leg pertama, di mana Michael Olise menjadi bintang dengan dua golnya.

Meski sempat menghadapi tantangan berupa cedera pemain kunci seperti Jamal Musiala, Manuel Neuer, dan Alphonso Davies, serta skorsing Joshua Kimmich dan Michael Olise, Bayern mampu menunjukkan kedalaman skuadnya. Pelatih Vincent Kompany bahkan memberikan kesempatan debut Liga Champions kepada pemain muda Filip Pavic dan Deniz Ofli, menunjukkan komitmen klub pada pengembangan bakat. Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi Bayern sebelum menghadapi Real Madrid di babak selanjutnya.