Pasangan selebriti Hengky Kurniawan dan Sonya Fatmala turut menyoroti kasus kekerasan anak di sebuah pusat penitipan anak (daycare) di Yogyakarta yang belakangan menjadi perhatian publik. Keduanya menyatakan kegeraman sekaligus keprihatinan mendalam atas maraknya insiden penganiayaan di lingkungan penitipan anak yang terus mencuat.

Hengky Kurniawan tidak dapat menyembunyikan rasa sedihnya. Ia menilai persoalan perlindungan anak seolah tak pernah benar-benar tuntas, bahkan cenderung berulang. Pengalamannya saat masih menjabat di pemerintahan pun langsung terlintas dalam benaknya.

Saat itu, Hengky pernah menggagas sebuah gerakan khusus di wilayah Bandung untuk menangani kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Melihat kasus serupa kembali mencuat, ia mengaku sangat prihatin. “Dulu di Bandung juga sempat ada beberapa kasus. Makanya kita bikin gerakan perlindungan perempuan dan anak, supaya kejadian seperti itu bisa ditekan,” ungkap Hengky.

Sementara itu, sang istri, Sonya Fatmala, tak kalah emosional. Ia secara terang-terangan meluapkan kekesalan terhadap oknum pengasuh yang tega menyakiti anak-anak tak berdosa. Sonya juga percaya bahwa kekuatan netizen di media sosial dapat menjadi ‘hukuman moral’ yang tak kalah besar.

Sonya turut menyampaikan empati mendalam untuk para orang tua korban, berharap luka yang dirasakan bisa segera pulih. “Untuk para ibu korban, semoga kejadian ini tidak terulang lagi. Mudah-mudahan segera ada pelangi setelah badai,” ujar Sonya.

Di balik kemarahan dan keprihatinan tersebut, pasangan ini sepakat bahwa komunikasi dalam keluarga menjadi benteng utama. Mereka menegaskan pentingnya membangun kepercayaan dan selalu berdiskusi dalam pola pengasuhan, agar anak tetap aman meskipun berada di luar pengawasan langsung orang tua.