Forkom Jurnalis Nahdliyin (FJN) menggelar Haul II Dr. Rizal Ramli di Rumah Literasi Digital (RLD), Surabaya, pada Kamis (8/1/2026). Acara ini menjadi momentum refleksi atas warisan pemikiran ekonom senior yang wafat pada 2 Januari 2024, dikenal karena keberaniannya menantang arus kebijakan utama.
Rangkaian haul berlangsung khidmat, diwarnai dengan renungan, testimoni, doa, dan tahlil bersama. Dua putra-putri almarhum, Dhitta Puti Saraswati dan Dipo Satria Ramli, hadir langsung mengikuti jalannya acara. Pemerintah Provinsi Jawa Timur turut mengirimkan perwakilan melalui Asisten Administrasi Umum Sekda Jatim, KH Akhmad Jazuli. Sejumlah tokoh politik, termasuk mantan Ketua DPW PKS Jawa Timur Irwan Setiawan, juga tampak hadir.
Sejak 13 Mei 2020 hingga akhir hayatnya, Dr. Rizal Ramli tercatat sebagai Penasihat FJN. Di mata para kolega, ia bukan sekadar ekonom, melainkan seorang intelektual publik yang konsisten membela kepentingan rakyat. Salah satu gagasannya yang kembali diperbincangkan adalah presidential threshold 0 persen, sebuah ide yang dahulu dianggap utopis namun kini masuk dalam diskursus serius demokrasi Indonesia.
Keberanian berpikir Dr. Rizal Ramli dinilai sebagai fondasi penting bagi lahirnya kebijakan yang adil. Hal ini disampaikan oleh Rektor Universitas Trunojoyo Madura, Prof. Safi, dan dosen Ilmu Politik Universitas Airlangga (Unair), Airlangga Pribadi Kusman. Puluhan peserta dari kalangan jurnalis, akademisi, aktivis NU, mahasiswa, hingga masyarakat umum turut hadir mengenang sosok yang meninggalkan jejak intelektual kuat bagi bangsa.
Dalam kesempatan tersebut, Forkom Jurnalis Nahdliyin juga menyerahkan simbolis penghargaan Lifetime Achievement Award untuk almarhum Dr. Rizal Ramli. Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas integritas, keberanian, dan kontribusi intelektualnya sebagai tokoh nasional yang konsisten membela kepentingan publik. Kebersamaan keluarga, pengurus FJN, jurnalis, akademisi, dan aktivis usai acara menjadi simbol kesinambungan nilai keberanian, integritas, dan pemikiran kritis almarhum yang terus diwariskan kepada generasi muda.
