Babinsa jajaran Komando Distrik Militer (Kodim) 1620 Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), aktif mengawal proses penyerapan gabah hasil panen petani oleh Badan Urusan Logistik (Bulog) di wilayah tersebut. Langkah ini diambil untuk memastikan stabilitas stok pangan dan kelancaran distribusi gabah petani hingga ke gudang penyimpanan, khususnya selama bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah.

Dukungan Ketahanan Pangan Nasional

Komandan Kodim 1620 Lombok Tengah, Letkol Arm Karimmuddin Rangkuti, menegaskan bahwa keterlibatan Babinsa merupakan wujud nyata dukungan Tentara Nasional Indonesia (TNI) terhadap program ketahanan pangan nasional. “Langkah ini diambil guna memastikan stabilitas stok pangan dan kelancaran distribusi serapan gabah milik petani oleh Bulog selama bulan suci ramadhan 1447 hijriah hingga ke gudang penyimpanan,” ujar Letkol Karimmuddin di Lombok Tengah, Minggu (8/3/2026).

Menurutnya, peran Babinsa tidak hanya sebatas memantau. Mereka terjun langsung ke sawah dan tempat penggilingan padi. “Tidak hanya sekadar memantau, Babinsa terjun langsung ke sawah dan tempat penggilingan padi untuk memastikan gabah petani ini terserap dengan harga yang sesuai dan tepat sasaran dan terserap dengan baik,” jelas Letkol Karimmuddin.

Meminimalisir Spekulasi Harga

Kegiatan pengawalan ini juga difokuskan pada pendampingan petani, mulai dari proses pemanenan hingga distribusi gabah ke gudang-gudang penampungan. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir praktik spekulasi harga yang sering muncul di tengah tingginya permintaan kebutuhan pokok, terutama menjelang dan selama Ramadhan serta Idul Fitri.

“Kami ingin memastikan bahwa jerih payah petani terbayar dengan harga yang layak, sekaligus menjamin bahwa pasokan beras di wilayah Lombok Tengah tetap aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama bulan puasa,” tambah Letkol Karimmuddin.

Sinergi dan Edukasi Petani

Dalam pelaksanaannya, Kodim 1620 Lombok Tengah terus bersinergi dengan Dinas Pertanian dan Bulog setempat. Babinsa juga berperan aktif memberikan edukasi kepada kelompok tani mengenai standar kualitas gabah yang baik, agar memenuhi kualifikasi serapan pasar maupun cadangan pangan pemerintah.

Respons positif datang dari para petani yang merasa sangat terbantu dengan kehadiran TNI di lapangan. Pengawalan ini memberikan rasa aman bagi petani dari potensi permainan tengkulak yang merugikan. Dengan pengawasan ketat, diharapkan kedaulatan pangan di tingkat daerah dapat terus terjaga secara berkelanjutan.

Pemerintah telah menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk gabah kering di tingkat petani sebesar Rp 6.500 per kilogram. Saat ini, sejumlah petani di Lombok Tengah telah memulai panen padi pada musim tanam pertama di musim hujan 2026.