SURAKARTA – Persis Solo tak ingin berlama-lama meratapi nasib setelah dipastikan terdegradasi dari Super League 2025/2026. Manajemen Laskar Sambernyawa langsung tancap gas menyiapkan fondasi baru demi kebangkitan tim pada kompetisi Championship 2026/2027.

Direktur PT Persis Solo Saestu, Ginda Ferachtriawan, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan membuang waktu meratapi kegagalan. Evaluasi besar-besaran hingga penyusunan kerangka tim langsung menjadi prioritas utama.

Manajemen Siapkan Restrukturisasi Menyeluruh

Ginda menyatakan komitmennya untuk melakukan perbaikan di semua lini. “Kami berbenah, memperbaiki fondasi yang retak, dan bekerja dua kali lebih keras. Setelah kompetisi usai, kami tidak akan mengambil jeda panjang dan langsung mempersiapkan diri untuk melakukan restrukturisasi pada semua lini,” ujar Ginda, Senin (25/5/2026).

Ia juga memastikan siap bertanggung jawab penuh atas kegagalan Persis Solo bertahan di kasta tertinggi. Seluruh dinamika dan persoalan internal klub akan segera dilaporkan kepada para pemilik klub, termasuk evaluasi menyeluruh terhadap performa tim sepanjang musim.

“Saya akan bertanggung jawab dan melaporkan segala dinamika yang terjadi kepada para owner dan kami berjanji, kami tidak akan membiarkan pengorbanan dan air mata kalian sia-sia,” tegas Ginda.

Fokus Pembentukan Skuad dan Evaluasi Staf

Selain pembenahan manajemen, Persis Solo juga langsung menaruh perhatian pada pembentukan skuad baru. Evaluasi terhadap tim pelatih, ofisial, hingga staf menjadi agenda utama agar klub dapat segera menyusun kerangka tim mulai Juni mendatang.

“Kami juga sekaligus melakukan evaluasi menyeluruh pada jajaran staf kepelatihan, official, dan staf agar bisa segera merancang kerangka tim mulai Juni mendatang,” tambahnya.

Langkah cepat ini menunjukkan keseriusan manajemen Persis Solo untuk segera bangkit dan kembali bersaing di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.