Masyarakat Kota Pekanbaru kini dapat bernapas lega. Harga minyak goreng Minyakita di pasaran telah kembali normal sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp15.700 per liter, setelah sempat mengalami kelangkaan dan lonjakan harga signifikan. Pasokan komoditas tersebut juga dilaporkan stabil.
Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Pekanbaru, Adrizal, memastikan kondisi ini setelah pihaknya melakukan pengawasan dan pengecekan di sejumlah pasar tradisional. “Minyakita harga di pasar-pasar sudah sesuai HET. Pasokan sudah stabil, jadi masyarakat tidak perlu khawatir,” ujar Adrizal pada Jumat (28/5).
Sebelumnya, pasokan Minyakita ke Pekanbaru sempat terganggu, menyebabkan kelangkaan dan kenaikan harga di pasaran. Kondisi ini memicu kekhawatiran di kalangan masyarakat.
Menyikapi situasi tersebut, Direktur Ketersediaan Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), Indra Wijayanto, bersama rombongan Satuan Tugas (Satgas) Pangan, turun langsung mengecek harga Minyakita di pasar tradisional pada Senin (11/5). Pemantauan dilakukan di Pasar Pagi Arengka dan Pasar Dupa.
Dalam sidak tersebut, Indra Wijayanto mendapati harga minyak goreng Minyakita dijual mencapai Rp20.000 per liter, jauh di atas HET. Ia kemudian menelusuri asal-usul Minyakita yang dijual dengan harga tinggi tersebut, hingga diketahui didapatkan dari pedagang lain di Pasar Pagi Arengka.
Saat pemantauan, Indra Wijayanto didampingi oleh sejumlah pejabat daerah, antara lain Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Pekanbaru Adrizal, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Yulianis, Pemimpin Wilayah Perum Bulog Riau Kepri Dani Satrio, serta Kepala Bidang Pangan Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Provinsi Riau Wiwik Suryani, beserta jajaran Disperindag Provinsi Riau.
