Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyalurkan total bantuan senilai Rp7.607.800.000 kepada masyarakat Kabupaten Gresik. Penyaluran bantuan sosial dan pemberdayaan ini berlangsung dalam kegiatan Sapa Bansos Amaliyah Ramadan 1447 H di Pendopo Alun-Alun Gresik pada Jumat (13/3).

Bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur mencakup berbagai program yang menyasar kelompok rentan, pilar sosial, hingga desa penerima program pemberdayaan. Program-program tersebut meliputi Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas (ASPD), bantuan pembinaan jalan kabupaten, pemberdayaan BUM Desa, Desa Berdaya, Jatim Puspa, serta bantuan keuangan desa. Selain itu, disalurkan pula Bantuan Sosial PKH Plus untuk lansia, Bantuan Sosial Kemiskinan Ekstrem, zakat produktif, bantuan operasional pendamping PKH Plus, serta tali asih bagi Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) dan Taruna Siaga Bencana (Tagana). Sebanyak 250 drum aspal untuk pemeliharaan jalan juga turut diserahkan.

Total alokasi bantuan sosial, Bantuan Operasional Pendamping (BOP)/tali asih pilar sosial, dan bantuan lainnya untuk Kabupaten Gresik pada Tahun 2026 mencapai Rp7.607.800.000. Dana tersebut berasal dari Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur sebesar Rp3.445.900.000, BUMD Provinsi Jawa Timur sebesar Rp25.000.000, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Jawa Timur sebesar Rp736.900.000, serta Bantuan Keuangan Desa sebesar Rp3.400.000.000.

Rincian bantuan dari Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur meliputi PKH Plus untuk 1.202 keluarga senilai Rp2.404.000.000, bantuan sosial kemiskinan ekstrem bagi 116 jiwa sebesar Rp174.000.000, dan Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas (ASPD) untuk 136 jiwa dengan total Rp489.600.000. Selain itu, ada pula Bansos KIP PPKS Jawara senilai Rp3.000.000, Bansos Permakanan LKS LU sebesar Rp128.100.000 untuk 28 jiwa, serta BOP dan tali asih bagi 118 pilar sosial sebesar Rp247.200.000.

Sementara itu, BUMD Provinsi Jawa Timur menyalurkan zakat produktif senilai Rp25.000.000 kepada 50 penerima manfaat. Dari Dinas PMD Provinsi Jawa Timur, total bantuan mencapai Rp736.900.000, terdiri dari program BUMDesa untuk 4 desa senilai Rp400.000.000, Desa Berdaya untuk 2 desa sebesar Rp200.000.000, Jatim Puspa untuk 1 desa senilai Rp91.900.000, serta Bantuan Keuangan (BK) Kabupaten sebesar Rp45.000.000.

Bantuan Keuangan Desa senilai Rp3.400.000.000 disalurkan melalui beberapa perangkat daerah. Rinciannya, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa untuk 1 desa sebesar Rp150.000.000, Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya untuk 9 desa sebesar Rp1.600.000.000, Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga untuk 3 desa sebesar Rp500.000.000, serta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan untuk 7 desa senilai Rp1.150.000.000.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Timur kepada masyarakatnya, terutama karena bantuan disalurkan di bulan Ramadan. “Di bulan yang penuh berkah ini, alhamdulillah kita bisa bersilaturahmi bersama Ibu Gubernur Jawa Timur. Atas nama Pemerintah Kabupaten Gresik dan masyarakat Kabupaten Gresik, kami menerima program-program bantuan ini dengan penuh rasa syukur dan bahagia,” kata Bupati Yani.

Menurut Bupati Yani, bantuan ini tidak hanya memberikan manfaat langsung, tetapi juga menginspirasi Pemerintah Kabupaten Gresik untuk memperkuat program yang lebih dekat dengan kebutuhan warga hingga tingkat desa. “Kami meyakini bantuan sosial ini akan membawa dampak nyata bagi masyarakat. Skema seperti ini juga sangat baik dan bisa kami adaptasi menjadi bagian dari program Pemerintah Kabupaten Gresik, misalnya melalui kunjungan ke desa-desa dengan membawa stimulan dan intervensi yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat,” imbuhnya.

Setelah penyerahan bantuan sosial, rombongan melanjutkan agenda dengan meninjau pasar murah yang diselenggarakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur di Pudak Galeri Gresik. Pasar murah ini bertujuan mengendalikan inflasi dan menjaga ketahanan pangan Jawa Timur pada Tahun 2026. Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Khofifah dan Bupati Yani menyapa masyarakat yang berbelanja. Gubernur juga menyerahkan bantuan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kepada lansia serta telur ayam kepada masyarakat yang membawa anak kecil.

Khofifah menjelaskan, pasar murah ini digelar untuk memastikan harga pangan tetap stabil dan terjangkau, terutama menjelang Hari Raya Idulfitri. Ia juga memastikan stok pangan aman menjelang Lebaran. “Kita ingin memastikan stabilisasi harga, pengendalian inflasi, dan memastikan keterjangkauan harga pangan bagi masyarakat, baik dari sisi ketersediaan pasokan maupun harganya,” pungkas Khofifah.