Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kembali mengundang masyarakat untuk bersilaturahmi dalam tradisi Riyayan Idul Fitri 1447 Hijriah. Kesempatan ini dibuka seluas-luasnya bagi warga untuk bertemu langsung di Gedung Negara Grahadi dan Kediaman Pribadinya di Jemursari, Surabaya, sebagai upaya melestarikan budaya sekaligus mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat.

Kepala Biro Administrasi Pimpinan Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur, Pulung Chausar, menjelaskan jadwal silaturahmi tersebut. Masyarakat umum dapat hadir di Gedung Negara Grahadi pada Jumat, 21 Maret 2026, mulai pukul 14.00 WIB hingga 16.00 WIB.

“Selanjutnya pada 22 hingga 23 Maret 2026, masyarakat dipersilakan hadir bersilaturahmi di Kediaman Pribadi Gubernur Khofifah di Jemursari dalam dua sesi, yakni pukul 10.00–13.00 WIB dan pukul 19.00–21.00 WIB,” ujar Pulung, merinci jadwal yang telah ditetapkan.

Pulung menegaskan bahwa tradisi riyayan ini merupakan bagian integral dari budaya yang terus dijaga oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Ia menyebutnya sebagai sarana penting untuk memperkuat ukhuwah dan kebersamaan di tengah masyarakat.

“Momentum Idul Fitri adalah saat yang tepat untuk memperkuat ukhuwah, membangun kebersamaan, serta membuka ruang silaturahmi yang luas antara pemerintah dan masyarakat,” ungkapnya, menekankan makna di balik kegiatan ini.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah mempersiapkan pelaksanaan riyayan secara optimal untuk memastikan kenyamanan dan keamanan seluruh tamu. Pulung memastikan bahwa setiap masyarakat yang hadir akan diterima dengan baik tanpa terkecuali.

“Kami telah menyiapkan pengaturan alur kedatangan tamu dan pengamanan, sehingga masyarakat dapat hadir dengan nyaman dan merasakan suasana silaturahmi yang hangat dan penuh kekeluargaan,” terangnya, menjamin kelancaran acara.

Lebih dari sekadar ajang silaturahmi, kegiatan riyayan ini juga dirancang untuk memberikan dampak ekonomi positif bagi pelaku usaha kecil. Pulung menyebutkan bahwa acara ini turut melibatkan pedagang kaki lima (PKL) dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar lokasi acara.

Langkah ini sejalan dengan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 400.6/3245/SJ dan Surat Edaran Menteri Sekretaris Negara RI Nomor B-40/MS/HL.00/03/2026, yang mengimbau pelaksanaan halalbihalal dan open house pada Hari Raya Idul Fitri 1447 H.

“Bagi masyarakat yang datang tidak perlu khawatir karena akan disediakan hidangan yang bisa dinikmati dari Pedagang Kaki Lima dan UMKM, semuanya gratis untuk masyarakat,” imbuhnya, memastikan fasilitas bagi pengunjung.

Pulung menambahkan, “Ini juga menjadi upaya Gubernur Khofifah untuk ‘nglarisi’ dagangan pelaku usaha UMKM dan pedagang kali lima di sekitar Grahadi dan Jemursari.” Ia berharap, kegiatan ini tidak hanya membawa kebahagiaan Lebaran, tetapi juga turut menggerakkan roda ekonomi lokal.

Di akhir pernyataannya, Pulung mengajak seluruh masyarakat Jawa Timur untuk memanfaatkan momentum riyayan ini sebagai ajang mempererat hubungan sosial dan kebersamaan. “Kami mengundang seluruh masyarakat untuk hadir dan memanfaatkan momentum ini sebagai ajang silaturahmi. Semoga melalui kegiatan ini, kebersamaan dan semangat persaudaraan di Jawa Timur semakin kuat,” pungkasnya.