GARUT – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kampung Nagrog, Desa Sindanggalih, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut, Jawa Barat, kini resmi beroperasi. Fasilitas ini siap melayani ribuan pelajar, ibu hamil, dan balita sebagai upaya konkret menekan angka stunting serta menyiapkan generasi muda menghadapi Indonesia Emas 2045.

SPPG Garut Lampaui Target Pembangunan

Kepala Bidang Konsumsi dan Pengembangan SDM Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat, Adji Sumarwan, menyampaikan apresiasi tinggi atas inisiatif sektor swasta yang mendukung program pemerintah. Pembangunan SPPG di Kabupaten Garut bahkan melampaui target yang ditetapkan.

“Target pembangunan dapur SPPG di Jawa Barat 4.600 dan sekarang telah terlampaui kurang lebih sudah hampir 4.700, tapi di Kabupaten Garut targetnya 396 dan untuk sekarang sudah mencapai ke 411, sudah realisasinya hampir 111 persen. Keberadaan SPPG, karena masih banyak anak-anak didik kita mulai tingkat SD, SMP, SMA, madrasah, ibu hamil, ibu menyusui, balita, belum terlayani semua,” ujar Adji pada Jumat (20/2/2026).

Adji menekankan pentingnya aspek higienitas dan keamanan pangan dalam operasional dapur SPPG. Ia mengingatkan agar kualitas makanan tetap terjaga ketat dan tidak dikonsumsi lebih dari empat jam setelah matang guna menghindari kontaminasi mikroorganisme.

“Kami meminta agar dapur SPPG nantinya setelah beroperasi yang perlu diperhatikan harus menjaga kontinuitas, tidak menurun baik mutu dan jumlahnya serta semua harus berimbang sesuai pemberian gizi. Akan tetapi, tambahan gizi agar anak lebih semangat belajar dan menurunkan angka stunting,” tambahnya.

Dampak Ganda: Gizi dan Pemberdayaan Ekonomi Lokal

Ketua Yayasan Rafifa Putra Gunawan, Ega Gunawan, menjelaskan bahwa dapur SPPG yang didirikan telah melalui proses verifikasi ketat dari Badan Gizi Nasional (BGN) dan kini memiliki ID resmi. Dapur ini siap beroperasi penuh pada bulan Ramadan mendatang dengan menyediakan makanan kering sesuai arahan BGN.

Ega menyebut, SPPG Sindanggalih akan mengakomodasi 2.750 penerima manfaat. Selain fokus pada pemenuhan gizi, operasional dapur ini juga memberikan dampak positif terhadap pemberdayaan ekonomi lokal dengan menyerap 47 tenaga kerja, di antaranya 15 warga Kampung Nagrog.

“Kita akan mengakomodir untuk penerima manfaat tercarat 2.750 dan selain fokus di gizi, dapur SPPG akan berdampak kepada pemberdayaan ekonomi lokal menyerap 47 tenaga kerja di antaranya 15 orang warga Kampung Nagrog. Kami berharap, program yang dilakukannya ini mendukung karena untuk masa depan anak dan menurunkan angka stunting,” pungkas Ega.