Petenis Italia Flavio Cobolli berhasil meraih gelar ATP Tour pertamanya di lapangan keras setelah menaklukkan petenis Amerika Serikat Frances Tiafoe dalam final Abierto Mexicano Telcel presentado por HSBC, Minggu (1/3/2026) waktu setempat. Cobolli tampil dominan dengan skor 7-6(4), 6-4, mengamankan gelar ketiganya secara keseluruhan di ATP Tour.
Kemenangan di ajang ATP 500 Acapulco ini mengantarkan Cobolli, yang merupakan unggulan kelima, ke peringkat tertinggi dalam kariernya, yakni peringkat 15 dunia. Petenis berusia 23 tahun itu menunjukkan performa terbaiknya, melancarkan pukulan forehand dengan akurasi tinggi sepanjang pertandingan.
“Ketika saya masih kecil, saya memimpikan momen ini. Untuk turnamen seperti ini, bermain di lapangan utama dengan orang-orang yang bersorak untuk saya,” ujar Cobolli, seperti dikutip dari ATP, Senin (2/3/2026).
Ia menambahkan, “Saya sangat bangga, bukan hanya untuk diri saya sendiri, tetapi juga untuk orang-orang yang bekerja untuk saya, ayah saya, keluarga saya, dan seluruh tim saya. Mereka akan banyak membantu saya.”
Cobolli kini menjadi petenis putra keempat yang lahir pada tahun 2000-an yang memenangi gelar ATP 500 di berbagai permukaan, bergabung dengan nama-nama besar seperti Carlos Alcaraz, Jannik Sinner, dan Arthur Fils. Tahun lalu, Cobolli juga berhasil memenangi turnamen ATP 250 di Bucharest dan turnamen ATP 500 di Hamburg, yang menjadikannya juara Acapulco termuda sejak Dominic Thiem pada 2016.
Meskipun memasuki final tanpa catatan kemenangan melawan Tiafoe dalam dua pertemuan head-to-head sebelumnya, Cobolli tidak menunjukkan tanda-tanda keraguan. Ia sempat tertinggal 1-3 di tie-break set pertama setelah kehilangan set point pada kedudukan 5-4, namun berhasil memenangi enam dari tujuh poin terakhir untuk merebut keunggulan satu set.
Tiafoe baru mendapatkan kesempatan break pada gim kedelapan set kedua dan berhasil memanfaatkannya untuk menyamakan kedudukan menjadi 4-4. Momen ini sempat memberikan secercah harapan bagi Tiafoe, yang sebelumnya meraih beberapa kemenangan dramatis di Acapulco, termasuk menyelamatkan dua match point saat mengalahkan Aleksandar Kovacevic di babak kedua dan upaya heroik di semifinal melawan Brandon Nakashima.
Namun, pertunjukan serupa tidak terjadi di final. Cobolli tetap tenang setelah kehilangan servis, segera mendapatkan break back, dan berhasil menyelesaikan pertandingan setelah dua jam sembilan menit.
“Saya rasa saya pantas mendapatkannya atas kerja keras saya di luar lapangan,” kata Cobolli. “Setelah kekalahan, saya kembali bekerja keras di lapangan dan saya hanya ingin mengatakan bahwa saya sangat bangga pada diri saya sendiri.”
“Ini adalah pertandingan yang hebat, saya rasa ini adalah yang terbaik di turnamen ini bagi saya. Saya belum pernah menang melawan Frances sebelumnya, jadi saya sangat senang,” pungkas petenis Italia itu.
sumber gambar: Abierto Mexicano Telcel 