Fenomena video “Sok Imut” tengah mendominasi linimasa For Your Page (FYP) TikTok sepanjang Januari 2026. Konten yang menampilkan ekspresi manyun, gaya manja, dan visual sederhana ini berhasil menarik perhatian jutaan penonton hanya dalam hitungan hari.

Banyak warganet menyebut tren ini sebagai kombinasi unik antara gemas, lucu, sekaligus cringe, namun justru memicu keinginan untuk menontonnya berulang kali. Daya tariknya yang kuat membuat “Sok Imut” menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial.

Awal Mula dan Penyebaran Cepat

Tren “Sok Imut” bermula dari unggahan kreator dengan akun @melmel_ffk. Ia menghadirkan konsep sederhana yang dikemas dengan ekspresi imut berlebihan, segera menarik perhatian pengguna TikTok. Dari Medan hingga Jakarta, video “Sok Imut” dengan cepat menyebar melalui fitur repost, stitch, dan challenge.

Tagar #SokImutChallenge kini telah digunakan oleh ratusan ribu pengguna TikTok, menunjukkan skala besar daya tarik dan partisipasi dalam tren ini. Kecepatan penyebarannya menjadi bukti bagaimana konten ringan dapat dengan mudah menjadi fenomena nasional.

Konsep Video yang Sederhana Namun Memikat

Video utama dari @melmel_ffk yang berdurasi sekitar 15 detik menampilkan seorang wanita berhijab hitam yang duduk di kasur dengan seprai motif bunga berwarna pink. Kehadiran acne patch di pipinya justru menambah kesan polos pada visual tersebut.

Dalam tayangan itu, sebuah tangan pria memegang dagunya, memicu reaksi wanita tersebut dengan ekspresi manyun, memejamkan mata, lalu mendekatkan wajahnya dengan gaya sok imut. Pada transisi berikutnya, kerudung dilepas dan rambutnya tergerai, namun pose dan konsep ekspresi tetap sama dengan intensitas yang lebih tinggi. Kesederhanaan konsep inilah yang membuat video terasa dekat dan mudah diterima oleh penonton.

Respons Netizen yang Beragam dan Variasi Tren

Video “Sok Imut” mencatat ratusan ribu likes, ribuan komentar, dan ribuan share dalam waktu singkat. Reaksi netizen sangat beragam; sebagian menganggap konten ini gemas dan menghibur, sementara yang lain menilai terlalu dibuat-buat atau masuk dalam kategori cringe culture Gen Z. Komentar khas seperti “Gemas tapi aneh” atau “Lucu tapi bikin salting” sering ditemukan dalam interaksi di tren ini.

Tidak hanya satu video, tren “Sok Imut” juga berkembang menjadi berbagai versi, menjaga kesegarannya dan mencegah kebosanan:

  • Versi rindu manja, dengan dialog lembut dan nada imut.
  • Versi sahabat, menampilkan interaksi lucu saat tidur bersama.
  • Versi kesepian malam, dengan ekspresi manyun dan suara lirih.
  • Versi couple goals, memadukan slow motion dan pose romantis ringan.

Faktor Pendorong Viralitas “Sok Imut”

Ada beberapa faktor kunci yang membuat tren ini cepat menyebar dan digandrungi:

  • Relatable: Ekspresi sederhana dan mudah ditiru oleh siapa saja.
  • Visual Close-up: Menekankan mimik wajah penampil, menciptakan kedekatan.
  • Efek Suara Manja: Memberi sensasi ASMR ringan yang menarik.
  • Timing yang Tepat: Hadir saat pengguna media sosial membutuhkan hiburan ringan dan cepat.
  • Dorongan Algoritma TikTok: Konten dengan tingkat engagement tinggi lebih mudah masuk FYP, mempercepat penyebaran.

Secara psikologis, tren “Sok Imut” mencerminkan keinginan Gen Z untuk tampil santai, lucu, dan tidak terlalu serius di media sosial. Ekspresi manyun dan gaya manja memberikan rasa aman serta hiburan cepat tanpa perlu pemikiran berat.

Perdebatan dan Dampak Positif

Meskipun banyak yang menyukai, “Sok Imut” juga memicu perdebatan di kalangan warganet. Sebagian menilai konten ini dibuat-buat atau bahkan terkesan murahan. Namun, di sisi lain, tren ini mendorong kreativitas dan interaksi sosial digital. Banyak kreator memanfaatkan fenomena ini untuk meningkatkan jumlah pengikut dan engagement akun mereka.

Tips Aman Menikmati Tren “Sok Imut”

Seiring viralnya “Sok Imut”, muncul pula tautan palsu yang mengatasnamakan “link full video”. Netizen disarankan untuk selalu menonton langsung di aplikasi TikTok resmi dan tidak mengklik tautan mencurigakan yang berpotensi mengandung phishing atau malware.

Bagi yang ingin ikut serta dalam tren ini, berikut adalah cara aman dan mudah:

  1. Rekam ekspresi manyun dan gaya imut Anda.
  2. Gunakan sound “Sok Imut” yang sedang viral.
  3. Tambahkan tagar #SokImutViral pada unggahan Anda.
  4. Pastikan privasi dan etika tetap terjaga dalam setiap konten yang dibuat.

Kesimpulan

Seperti tren TikTok sebelumnya, “Sok Imut” diperkirakan akan bertahan selama beberapa minggu sebelum digantikan oleh fenomena baru. Namun, jejaknya akan tetap menjadi bagian dari dinamika budaya digital 2026, membuktikan bagaimana sebuah konten ringan dapat berubah menjadi fenomena nasional dalam waktu singkat.