Sutradara Erzalul Octa Aziz, yang akrab disapa Erza, akhirnya angkat bicara terkait tuduhan pelecehan seksual terhadap remaja 17 tahun berinisial Adine. Melalui akun Instagram resminya, @officialerzaa, pada Senin, 23 Februari 2026, Erza membantah keras tuduhan tersebut dan memberikan klarifikasi resmi.
Dugaan pelecehan seksual yang menimpa Adine sebelumnya viral di media sosial, menyeret nama Erza sebagai terduga pelaku. Kasus ini pun berbuntut panjang dan menjadi perhatian publik.
Penjelasan Erza Mengenai Film dan Proses Casting
Dalam pernyataannya, Erza yang juga merupakan penulis skenario film tersebut menjelaskan secara gamblang mengenai proyek film yang sedang ia garap. Film bertajuk Tirai Jagal tersebut disebutnya bergenre berat dan sarat dengan adegan-adegan ekstrem.
“Buat teman-teman semua, saya selaku penulis serta sutradara di film ini, menjelaskan bahwa film kami ini adalah film gore, action, thriller, pembunuhan, psikopat, penculikan, penyekapan, penyiksaan, adegan sensual,” kata Erza dalam klarifikasinya.
Erza juga menerangkan transparansi dalam proses casting. Ia menegaskan bahwa semua detail adegan, termasuk adegan sensual dan sentuhan fisik di area-area tertentu, sudah diinformasikan atau disounding sejak awal kepada para talent, bahkan sebelum casting offline digelar.
“(Soal casting) Sudah kami sounding dari awal, sebelum mereka datang casting secara offline kami fasilitasi tempatnya, kami sewa ballroom, kami kasih makan, kasih minum. Orang tua mau datang, mau nganterin, silahkan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Erza menjelaskan bahwa proses casting dilakukan dengan sangat terbuka. Pihaknya mengaku selalu meminta kesediaan talent untuk setiap adegan yang akan diperankan, termasuk adegan yang melibatkan sentuhan fisik.
“Kamu bersedia atau tidak. Contoh, ada adegan pegang area tubuh, ‘Kamu siapkah di adegan dipegang di bagian rambut, di bagian paha, di bagian tangan, di bagian-bagian sensitif. Bersedia nggak untuk memerankan film ini.’ Kami sudah sounding di awal, karena film kami bergenre thriller, action, gore, psikopat. Jadi memang tujuan kami mencari talent-talent yang memang bersedia, dan mereka bersedia,” ungkap Erza.
