Jalur utama yang menghubungkan Kabupaten Trenggalek dan Ponorogo, Jawa Timur, masih ditutup total pada Kamis (5/3/2026) menyusul insiden tanah longsor yang terjadi pada Selasa (3/3/2026) petang. Proses evakuasi material batu berukuran besar yang menutupi badan jalan terus dilakukan dengan melibatkan alat berat.
Longsor terjadi tepatnya di KM 1 Desa Nglinggis, Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek. Peristiwa ini dipicu oleh hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut, menyebabkan bongkahan batu dari tebing setinggi sekitar 50 meter runtuh dan menutup akses jalan. Meskipun material longsor menutup total badan jalan, dilaporkan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.
Target Dua Hari, Terkendala Kondisi Lapangan
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.3 Jatim, Satker Wilayah II Jatim BBPJN Jatim-Bali, Endhy Aktony, mengungkapkan bahwa proses evakuasi telah berlangsung sejak kemarin. Namun, pekerjaan belum bisa maksimal karena terkendala kondisi lapangan yang rawan longsor susulan dan tidak memungkinkan pengerjaan di malam hari.
“Targetnya dua hari selesai. Namun pekerjaan belum bisa maksimal karena harus bergantian dan mempertimbangkan faktor keselamatan,” ujar Endhy Aktony, Kamis (5/3/2026).
Dalam upaya penanganan, pihaknya mengerahkan empat unit alat berat, terdiri dari dua ekskavator, satu breaker (pemecah batu), dan satu loader. Penggunaan breaker menjadi prioritas untuk memecah batu-batu raksasa sebelum diangkut.
“Dari Basarnas menyarankan menggunakan breaker dulu. Setelah batu terpecah, baru dimuat menggunakan ekskavator,” terang Endhy.
Kerusakan Infrastruktur dan Rencana Perbaikan
Pemantauan awal menunjukkan bahwa kerusakan infrastruktur tidak terlalu parah. Tangkis beton yang terdampak dilaporkan pecah akibat tertimpa batu, bukan karena pergerakan tanah. Setelah seluruh material longsor berhasil dibersihkan, tim perencanaan akan segera melakukan evaluasi teknis untuk menentukan langkah penanganan lanjutan, termasuk perbaikan talud yang ambrol.
Perbaikan kerusakan aspal akibat longsor ditargetkan tuntas sebelum Lebaran 2026. Dengan demikian, arus lalu lintas jalur nasional Trenggalek–Ponorogo diharapkan dapat kembali normal sepenuhnya.
sumber gambar: jatimnow.com 